SAN FRANCISCO - Sejak merilis ChatGPT hampir setahun yang lalu, OpenAI terus melakukan pengembangan terhadap AI teks andalannya tersebut. Setelah merilis GPT-4 yang memungkinkan ChatGPT terhubung ke layanan lain, kini mereka kembali meluncurkan versi peningkatannya, yaitu GPT-4 Turbo yang diklaim lebih murah.
Disampaikan langsung dalam konferensi pengembang pertamanya di San Fransisco pada 6 November lalu, GPT-4 Turbo hadir dalam dua versi yang akan tersedia secara umum beberapa minggu mendatang, yakni versi yang hanya menganalisis teks dan versi kedua yang memahami konteks teks dan gambar.
Dengan harga 0.01 Dolar AS (Rp156 perak) per 1.000 token masukan, token akan mewakili potongan teks mentah, misalnya kata “fantastis” yang dibagi menjadi “fan”,”tas”, dan ”tic”. Sementara itu, harga per 1.000 token keluaran-nya sendiri adalah 0.03 Dolar AS (Rp466 perak) saja.
“Kami mengoptimalkan kinerja sehingga kami dapat menawarkan GPT-4 Turbo dengan harga token masukan 3x lebih murah dan harga token keluaran 2x lebih murah dibandingkan dengan GPT-4,” tulis OpenAI dalam postingan blog, sebagaimana dikutip dari situs TechCrunch, Selasa (7/11/2023).
Selain harga yang lebih murah, GPT-4 Turbo diketahui juga membawa sejumlah peningkatan dibandingkan GPT-4. Salah satunya adalah basis pengetahuan terbaru yang dapat digunakan saat merespons permintaan.
GPT-4 Turbo mempelajari seberapa besar kemungkinan kata muncul berdasarkan pola, termasuk konteks semantik di sekitar teks. Misalnya, jika email biasa diakhiri dengan fragmen “Menantikan…” GPT-4 Turbo mampu melengkapinya dengan “… untuk mendengar kembali.”
Jendela konteks yang diperluas juga hadir melalui GPT-4 Turbo. Jendela konteks, diukur dalam token, mengacu pada teks yang dipertimbangkan model sebelum membuat teks tambahan.
Model dengan jendela konteks kecil cenderung “melupakan” konten percakapan terkini, sehingga membuat pengguna keluar dari topik dengan cara yang bermasalah. GPT-4 Turbo hadir dengan menawarkan jendela konteks hingga 128.000 token – empat kali ukuran GPT-4 dan jendela konteks terbesar dari semua model yang tersedia secara komersial.
Keakuratan respons pada GPT-4 Turbo juga telah ditingkatkan dengan mendukung mode JSON baru yang memastikan bahwa model akan merespons JSON yang valid. Ke depannya, parameter baru lainnya dari GPT-4 Turbo yang terkait disebut akan memungkinkan pengembang untuk membuat model yang menghasilkan penyelesaian yang lebih“konsisten”.
Dengan demikian, OpenAI kembali menegaskan bahwa GPT-4 Turbo merupakan versi dengan kinerja yang lebih baik dan lebih murah dari GPT-4. Bahkan, GPT-4 Turbo disebut lebih berkemungkinan untuk mengembalikan parameter fungsi yang tepat.
“GPT-4 Turbo berkinerja lebih baik dibandingkan model kami sebelumnya pada tugas-tugas yang memerlukan instruksi yang diikuti dengan cermat, seperti menghasilkan format tertentu (misalnya 'selalu merespons dalam XML'),” tulis OpenAI.
“Dan GPT-4 Turbo lebih mungkin mengembalikan parameter fungsi yang tepat,” sambungnya. (Chasna Alifia Sya’bana)
(Saliki Dwi Saputra )