Dalam momen yang sama, CEO Fairatmos, Natalia Rialucky Marsudi mengatakan setiap pengguna yang menginap di akomodasi Bobobox, rata-rata mengeluarkan emisi CO2 sebanyak 6,6 kg tCO2 untuk jenis akomodasi Bobopod dan 8,2 kg tCO2 untuk akomodasi Bobocabin.
Jejak karbon yang dikeluarkan itu umumnya bisa diserap oleh 54-68 pohon mahoni, dan untuk mengimbangi jejak karbon tersebut pengguna bisa menyeimbangkan jejak karbon lewat fitur Carbon Offset Toggle di aplikasi Bobobox.
Untuk bisa menggunakannya hanya perlu melakukan pemesanan seperti biasa, kemudian klik tombol Carbon Offset Toggle, nantinya fitur secara detail menghitung emisi karbon berdasarkan aspek seperti, jenis kamar, durasi menginap, dan lokasi akomodasi.
(Saliki Dwi Saputra )