Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Spesifikasi Rudal Hamas yang Dipakai untuk Serang Israel

Redaksi , Jurnalis-Senin, 09 Oktober 2023 |12:41 WIB
Spesifikasi Rudal Hamas yang Dipakai untuk Serang Israel
Rudal Hamas (Foto: Wikipedia)
A
A
A

JAKARTA – Pasukan militan Hamas melakukan serangan mendadak ke Israel dengan menembakkan lebih dari 5.000 rudal dalam 20 menit pada, Sabtu (7/10/2023). Berdasarkan News18 yang dikutip pada Senin, (9/10/2023), serangan ini menewaskan lebih dari 200 warga Israel dan1000 orang luka-luka.

Rudal yang dimiliki oleh militan Hamas ini mampu melewati sistem pertahanan udara Israel yang dilengkapi dengan sensor canggih, Iron Dome. Selama beberpa tahun, Hamas telah berusaha menemukan kelemahan dalam sistem Iron Dome. Mereka berhasil melakukan hal tersebut dengan menembakkan beberapa roket dalam waktu singkat, sehingga menyulitkan sistem kendali pertahanan Israel untuk mencegat semua sasaran.

Lantas, bagaimana spesifikasi rudal Hamas yang dipakai untuk serang Israel?

Pasukan militan Palestina, Hamas diyakini memiliki 14.000 roket yang mana sekitar 10.000 di antaranya adalah roket jarak dekat dengan jangkauan kurang dari 20 km. Hamas juga telah mengembangkan teknologi roket mentahnya dan telah meningkatkan jangkauannya hingga mencakup kota-kota besar Israel termasuk Tel Aviv dan Yerusalem.

Dari banyaknya roket yang dimiliki oleh pasukan militan Hamas, ada beberapa roket Hamas yang kemungkinan dipakai untuk melakukan serangan mendadak ke Israel pada hari Sabtu lalu. Beberapa di antaranya adalah M-75, Qassam, Al Quds-3, Yasin, dan Buraq-100.

1. M-75

Roket dengan nama M-75 memiliki jangkauan yang cukup pendek. Roket yang satu ini hanya dapat mengenai target dalam radius sekitar 75 km atau sekitar 47 mil. Meski begitu, kapasitas dan akurasi aktual dapat bervariasi. Dengan desain yang sederhana, M-75 ini dibuat dari bahan-bahan lokal dan diluncurkan dengan peluncur bergerak. Roket ini memiliki hulu ledak yang sangat eksplosif.

2. Qassam

Roket Qassam terdiri dari tiga jenis yang sudah digunakan sejak tahun 2001. Qassam-1 (2001) memiliki diameter 60 mm, dapat menjangkau target dengan jarak 4 km, dan hulu ledak dengan berat 0,5 kg. Qassam-2 (2002) memiliki diameter 150 mm, mampu menjangkau target dengan jarak 10 km, dan memiliki hulu ledak seberta 5 kg. Sedangkan Qassam-3 (2005) memiliki diameter 170 mm, dengan jarak target 12 km, dan hulu ledak dengan berat 15 kg.

3. Grad

Roket ini memiliki diameter 122 mm yang mampu menjangkau hingga 20 km. Roket ini juga dilengkapi dengan hulu ledak seberat 18 kg. Grad ini dikembangkan oleh Iran pada tahun 2008.

4. WS-1E

WS-1E memiliki diameter 122 mm dengan kemampuan kapasitas jangkauan mencapai 45 km. hulu ledak yang dimiliki roket ini seberat 22 kg. Roket ini dipasok berasal dari Cina melalui Iran pada tahun 2008.

5. Fadjr-5 

Roket ini memiliki diameter sebesar 333 mm yang mampu mencapai target berjarak 75 km. Fadjr-5 dilengkapi dengan hulu ledak seberat 90 kg dan mulai dikembangkan sejak tahun 2012.

6. M302 

Roket yang satu ini memiliki diameter 302 mm yang mampu menjangkau target dengan jarak lebih dari 150 km. Hulu ledak yang dimiliki roket ini juga sangat berat dibandingkan dengan roket lainnya, yang mencapai lebih dari 150 kg. Roket ini dibuat oleh Cina dan Syiria pada tahun 2014.

7. Al Quds-3 

Roket artileri ini dibuat di Jalur Gaza dengan bantuan dari Iran. Roket ini merupakan sistem peluncur roket dengan jangkauan maksimum 30 km. dengan berat artileri mencapai 13 ton, sistem ini dapat menembakkan 40 roket dalam 20 detik.

8. Yasin

Roket ini merupakan roket anti-tank atau RPG. Roket ini dibuat oleh Hamas dan digunakan pertama kali pada tahun 2004. Nama Yasin diambil dari Syekh Ahmed Yassin, yang dibunuh oleh Israel pada tahun 2004.

9. Buraq-100 

Roket ini memiliki jangkauan maksimum 70-100 km. Biasanya, roket-roket ini ditembakkan ke wilayah Israel dengan dilengkapi sejumlah besar roket jarak jauh yang mampu menghantam Bandara Ben-Gurion dan Tel Aviv.

Itu lah spesifikasi rudal Hamas militan islam Palestina yang dipakai untuk serang Israel. Tidak hanya dibuat oleh bahan-bahan loka, Hamas juga memasok persenjataan rudal dari luar wilayah Palestina, seperti Cina, Iran, dan Syiria. Hingga saat ini konflik antara Palestina dan Israel masih juga tak kunjung usai. Kedua negara tersebut masih saling balas serangan. (Taja Aurora Bianca)

(Saliki Dwi Saputra )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement