Ini bertujuan untuk memungkinkan industri manufaktur negara tersebut meningkatkan teknologi dan mendorong nol emisi karbon.
“Kami yakin pengembangan penjualan Tesla, dukungan purna jual, serta teknologi baterai dan supercharging terdepan di Malaysia akan memfasilitasi transfer pengetahuan,” kata Tengku Datuk Seri Zafrul Aziz dikutip.
Pembukaan kantor pusat Tesla di Malaysia membuat peluang Indonesia semakin kecil untuk mendatangkan perusahaan tersebut.
Pasalnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda mereka akan berinvestasi di Tanah Air seperti yang diharapkan pemerintah.
(Imantoko Kurniadi)