Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Begini Strategi Kemenperin Kembangkan Ekosistem EV di Indonesia

Ikhsan Permana , Jurnalis-Minggu, 10 September 2023 |07:02 WIB
Begini Strategi Kemenperin Kembangkan Ekosistem EV di Indonesia
Ilustrasi kendaraan listrik. (Doc. freepik)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menerbitkan Peta Jalan Pengembangan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai atau electric vehicle (EV).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, Peta Jalan tersebut penting karena permintaan global EV diperkirakan mencapai 55 juta unit pada tahun 2024.

Kemudian penggunaan EV sebagai alat transportasi sehari-hari di Indonesia juga menunjukkan tren peningkatan. Hal ini mendorong bertambahnya permintaan atas baterai berbahan lithium.

“Kemenperin telah membuat peta jalan untuk pengembangan baterai di bidang ini, termasuk baterai kendaraan listrik dan lainnya. Salah satu hal yang ingin dicapai pada 2030 adalah kendaraan listrik yang memiliki efisiensi tinggi dan local content sekitar 80 persen,” ungkap Agus dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (10/9/2023).

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah menetapkan kebijakan progresif, termasuk pemberian stimulus fiskal dan insentif, serta mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional sehari-hari untuk entitas pemerintah pusat dan daerah.

Pemerintah menjalankan dua kebijakan utama untuk mengakselerasi penggunaan EV. Pertama, dengan mengeluarkan bantuan pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) roda dua yang memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri minimal 40 persen. Kedua, memberikan potongan PPN DTP sebesar 5-10 persen untuk KBLBB roda empat dan bus elektrik, tergantung pada kandungan lokal yang dimiliki.

Kemenperin juga bekerja sama dengan perusahaan yang bertanggung jawab untuk memproduksi baterai kendaraan listrik, di antaranya Indonesia Battery Corporation (IBC), perusahaan plat merah yang berperan penting dalam ekosistem Battery Electric Vehicle (BEV) dan EV di Indonesia.

Langkah-langkah itu menurut Agus menjadi langkah strategis dalam mendukung visi Indonesia untuk menjadi pemimpin dalam industri kendaraan listrik dan berkontribusi pada agenda global keberlanjutan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement