Dari situ akhirnya Mitsubishi memutuskan untuk tidak membuat Mitsubishi XForce. Walau memang potensi untuk menghadirkan varian dengan transmisi manual membuka peluang harga yang lebih terjangkau.
Lebih lanjut Tetsuhiro Tsuchida mengatakan Mitsubishi XForce adalah mobil global yang akan diekspor ke berbagai negara di dunia. Saat ini pasar luar negeri justru lebih membutuhkan mobil-mobil dengan transmisi otomatis.
Jadi mau tidak mau sebagai produsen Mitsubishi XForce, mereka harus menyesuaikan kebutuhan itu.
"Ini kan global model jadi pilihannya harus disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan pasar global. Sebagai besar kebutuhannya adalah transmisi otomatis atau CVT," jelasnya.
(Imantoko Kurniadi)