Anestesi semprot sendiri bukanlah sesuatu yang baru di dunia medis. Keberadaannya sudah disebut-sebut dalam literatur medis sejak tahun 1800-an. Pada 1897, ethyl chloride sudah digunakan sebagai anestesi umum di negara Jerman.
Karena sifatnya yang mudah menguap, anestesi semprot mudah terhisap oleh hidung. Dan ini menjadi alasan mengapa penggunaannya harus diperhatikan lantaran bisa menyebabkan keracunan dengan gejala termasuk euforia, pusing, dan mengantuk.
Menghirup uap anestesi juga dapat menyebabkan masalah jantung, termasuk irama jantung yang tidak teratur. Masalah yang lebih parah bisa menyebabkan henti jantung, dan kematian.
(Martin Bagya Kertiyasa)