HEADSET buatan Apple, Vision Pro, memang menjadi pembicaraan akhir-akhir ini. Headset canggih yang menggabungkan Virtual Reality (VR) dan augmented reality (AR) ini disebut lebih mirip spatial computer ketimbang headset biasa.
Tujuan Apple membuat headset ini tentu saja untuk quality life para penggunannya, yang artinya memberikan kenyamanan dalam menggunakan VR. Tapi ternyata banyak orang melihat Vision Pro ini lebih dari sekadar headset.
Teknologi canggih Vision Pro pun dianggap sebagai steroid bagi apra dokter. Melansir Appleinsider, Apple Vision Pro bisa jadi bermanfaat dalam dunia pengobatan. Seorang ahli bedah mengatakan headset reality pro campuran ini berpotensi membantu dengan menyediakan data penting selama operasi.
Pengenalan Apple Vision Pro bisa menjadi anugerah bagi produktivitas di tempat kerja, dan dalam satu kasus, ini bisa menjadi penyelamat. Menurut salah satu ahli bedah, hal itu bisa memberikan “kekuatan super” kepada para dokter.
Dr Rafael Grossmann, seorang ahli bedah umum dengan latar belakang bedah robotik, percaya bahwa Apple Vision Pro dapat sangat berguna selama operasi. Ini akan memberi informasi sangat penting untuk kelangsungan hidup pasien.
Oleh sebab itu, orang pertama yang menyiarkan secara langsung proses operasi menggunakan Google Glass itu meyakini Apple Vision Pro sangat membantu. Ini juga dapat memudahkan dokter dalam mengambil tindakan yang tepat selama operasi.