LAYANAN Netflix memang menerapkan biaya untuk mereka yang berbagi akun. Hal ini dilakukan mengingat banyak orang yang berbagi password sehingga sangat merugikan layanan Netflix tersebut.
Data terbaru dari firma analitik, menunjukan bahwa keputusan Netflix tersebut membuat peningkatan signifikan dalam pendaftaran, setelah pengenalan berbagi akun berbayar di Amerika serikat dan wilayah lain pada akhir Mei lalu.
Seperti yang dilansir dari gadgetsnow, Netflix memiliki empat hari pendaftaran paling signifikan untuk pelanggan tunggal sejak 2019 lalu. Selama waktu tersebut, Netflix telah menerima sekitar 73.000 pendaftar setiap hari dalam dua hari terakhir ini.
Meskipun ada pengguna yang tidak berlangganan kembali, jumlah pendaftar lebih banyak dari jumlah pengguna yang berhenti berlangganan. Bahkan, peningkatan tersebut cukup signifikan, yakni 102 persen lebih banyak dibandingkan dengan rata-rata sebelumnya.
Peningkatan tersebut bahkan melampaui pertumbuhan selama pandemi COVID-19, disaat semua orang 'terkurung' di rumah dan mencari tontonan. Adanya peningkatan tersebut tak terlepas dari upaya Netflix yang belum lama ini memperbarui aturan berbagi, seperti mulai mengirim email ke pelanggan tentang kebijakan baru.
Dalam aturan sebelumnya, satu akun netflix hanya bisa digunakan bersama dalam rumah tangga yang sama. Sementara baru-baru ini, Netflix menawarkan dua pilihan kepada pelanggan, untuk mereka yang berbagi kata sandi tapi berbeda rumah.
Pada aturan baru tersebut, pilihan pertama yaitu mentransfer profil ke individu di luar rumah tangga, yang memungkinkan mereka membuat keanggotaan baru dan membayarnya secara mandiri. Sementara opsi kedua, yaitu pelanggan harus membayar biaya tambahan sebesar USD 7,99 atau sekitar Rp118 ribu per bulan untuk setiap orang di luar rumah tangga.
Upaya tersebut dilakukan oleh Netflix lantaran mereka mengalami pertumbuhan pelanggan di tahun 2022. Guna meningkatkan pendapatan, Netflix pun menghadirkan berbagai langkah jitu untuk memerangi berbagi kata sandi dan opsi berlanggan, yang didukung iklan yang lebih terjangkau.
Sementara itu netflix juga mengatakan soal pendapatannya, di mana lebih dari 100 juta rumah tangga atau 43 persen dari basis penggunanya berbagi akun berdampak negatif, khususnya terhadap kemampuannya untuk berinvestasi dalam konten baru.
Tapi, dengan adanya aturan baru tersebut, Netflix justru mengubah beberapa pelanggan yang 'nakal' menjadi pelanggan yang berbayar.
(Martin Bagya Kertiyasa)