Indikator yang jelas dari identifikasi ini adalah lebar sayap serangga tersebut. Ukurannya sekitar 50 milimeter, rentang yang menurut tim peneliti memperjelas bahwa serangga tersebut bukanlah undur-undur seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Skvarla kemudian bekerja dengan sebuah tim untuk melakukan analisis molekuler pada serangga tersebut. Pada bulan November, penelitiannya tentang spesimen tersebut diterbitkan dalam Prosiding Entomological Society of Washington.
Lacewing raksasa pernah ditemukan di seluruh benua, tetapi pada tahun 1950-an, serangga ini punah di bagian timur Amerika Utara.
Penyebab kepunahan mereka masih diselimuti misteri, dengan beberapa teori yang mengatakan bahwa mereka mungkin punah karena meningkatnya polusi cahaya, predator baru, dan bahkan mungkin ada cacing tanah baru yang masuk ke dalam lingkungan yang mengubah komposisi tanah.
(Andera Wiyakintra)