Tahukah Anda bahwa lumba-lumba memiliki kemampuan unik, yaitu untuk melihat dengan suara. Hingga kini kemampuan tersebut yang masih membuat para ilmuwan takjub dan bingung Kemampuan ini disebut ekolokasi atau biosonar.
Lumba-lumba mengembangkan kemampuan untuk menggunakan ekolokasi untuk membantu mereka melihat lebih baik di bawah air. Para ilmuwan percaya bahwa kemampuan ini mungkin berevolusi secara perlahan dari waktu ke waktu.
Ekolokasi memungkinkan lumba-lumba untuk "melihat" dengan menafsirkan gema gelombang suara yang memantul dari benda-benda di dekatnya yang ada di dalam air.
Untuk melakukan ekolokasi terhadap benda-benda di dekatnya, lumba-lumba mengeluarkan bunyi “klik” berfrekuensi tinggi. Bunyi klik ini menciptakan gelombang suara yang bergerak cepat melalui air di sekitar mereka.
Faktanya, gelombang suara merambat hampir lima kali lebih cepat melalui air daripada melalui udara, seperti yang dilansir dari Wonderopolis
Ketika gelombang suara memantul dari objek, gelombang tersebut akan kembali ke lumba-lumba sebagai gema.
Lumba-lumba menangkap gema tersebut dengan rahang bawah dan dahinya yang besar. Area-area ini memiliki rongga-rongga berisi jaringan lemak yang menyalurkan suara ke telinga kemudian ke otak, di mana suara tersebut akan diinterpretasikan.
Dengan menggunakan kombinasi penglihatan biasa dan gema, lumba-lumba dapat menentukan bentuk, jarak, ukuran, kecepatan, arah perjalanan, hingga beberapa fakta dasar tentang struktur internal benda-benda di dalam air di sekitarnya.
Informasi ini sangat penting bagi lumba-lumba untuk menemukan makanan dan bernavigasi di perairan yang gelap atau keruh.
Ekolokasi pertama kali dipelajari secara mendalam oleh penjelajah dan ilmuwan kelautan terkenal bernama Jacques Cousteau lebih dari 60 tahun yang lalu.
Meskipun telah dipelajari selama bertahun-tahun, para ilmuwan masih belum bisa sepenuhnya memahami mekanisme kompleks yang memungkinkan lumba-lumba mempelajari banyak hal dari lingkungan mereka melalui ekolokasi.
(Andera Wiyakintra)