Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekolokasi, Kemampuan Unik Lumba-Lumba yang Bisa Melihat lewat Suara

Andera Wiyakintra , Jurnalis-Jum'at, 24 Februari 2023 |06:00 WIB
Ekolokasi, Kemampuan Unik Lumba-Lumba yang Bisa Melihat lewat Suara
Ekolokasi, Kemampuan Unik Lumba-Lumba yang Bisa Melihat lewat Suara
A
A
A

Tahukah Anda bahwa lumba-lumba memiliki kemampuan unik, yaitu untuk melihat dengan suara. Hingga kini kemampuan tersebut yang masih membuat para ilmuwan takjub dan bingung Kemampuan ini disebut ekolokasi atau biosonar.

Lumba-lumba mengembangkan kemampuan untuk menggunakan ekolokasi untuk membantu mereka melihat lebih baik di bawah air. Para ilmuwan percaya bahwa kemampuan ini mungkin berevolusi secara perlahan dari waktu ke waktu.

Ekolokasi memungkinkan lumba-lumba untuk "melihat" dengan menafsirkan gema gelombang suara yang memantul dari benda-benda di dekatnya yang ada di dalam air.

BACA JUGA:Hewan-Hewan Prasejarah dengan Bentuk Unik dan Aneh

Untuk melakukan ekolokasi terhadap benda-benda di dekatnya, lumba-lumba mengeluarkan bunyi “klik” berfrekuensi tinggi. Bunyi klik ini menciptakan gelombang suara yang bergerak cepat melalui air di sekitar mereka.

Faktanya, gelombang suara merambat hampir lima kali lebih cepat melalui air daripada melalui udara, seperti yang dilansir dari Wonderopolis

Ketika gelombang suara memantul dari objek, gelombang tersebut akan kembali ke lumba-lumba sebagai gema.

Lumba-lumba menangkap gema tersebut dengan rahang bawah dan dahinya yang besar. Area-area ini memiliki rongga-rongga berisi jaringan lemak yang menyalurkan suara ke telinga kemudian ke otak, di mana suara tersebut akan diinterpretasikan.

Dengan menggunakan kombinasi penglihatan biasa dan gema, lumba-lumba dapat menentukan bentuk, jarak, ukuran, kecepatan, arah perjalanan, hingga beberapa fakta dasar tentang struktur internal benda-benda di dalam air di sekitarnya.

Informasi ini sangat penting bagi lumba-lumba untuk menemukan makanan dan bernavigasi di perairan yang gelap atau keruh.

Ekolokasi pertama kali dipelajari secara mendalam oleh penjelajah dan ilmuwan kelautan terkenal bernama Jacques Cousteau lebih dari 60 tahun yang lalu.

Meskipun telah dipelajari selama bertahun-tahun, para ilmuwan masih belum bisa sepenuhnya memahami mekanisme kompleks yang memungkinkan lumba-lumba mempelajari banyak hal dari lingkungan mereka melalui ekolokasi.

(Andera Wiyakintra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement