Hingga saat ini, misteri selalu menyelimuti daerah Segitiga Bermuda sejak lama. Hamparan Samudra Atlantik yang ditriangulasi antara Puerto Riko, Florida, dan Bermuda itu telah dicap sebagai daerah mengerikan di mana banyak pesawat dan kapal yang tenggelam hingga hilang di sana.
Segitiga Bermuda telah dikaitkan dengan sejumlah peristiwa misterius sejak tahun 1945, ketika satu skuadron yang terdiri dari lima pesawat Angkatan Laut AS dalam misi pelatihan tiba-tiba menghilang. Lantas mengapa di daerah Segitiga Bermuda banyak pesawat dan kapal yang tenggelam? Berikut penjelasannya.
Catatan yang disimpan oleh Aviation Safety Network dan U.S. Coast Guard (USCG) menunjukkan bahwa banyaknya pesawat dan juga kapal yang hilang di Segitiga Bermuda dapat dikaitkan dengan aktivitas badai di area tersebut.
Di situs web USCG, dengan jelas ditegaskan bahwa tidak ada penyebab apapun yang berkaitan dengan mitos, entah itu karena hantu, monster, alien, dan sebagainya. Dengan kata lain, rentetan peristiwa hilangnya pesawat dan kapal di Segitiga Bermuda itu murni karena kesalahan manusia itu sendiri.
Segitiga Bermuda sebenarnya tidak semisterius itu, hanya saja memang menurut Howard L. Rosenberg, veteran Angkatan Laut AS yang banyak menulis tentang Segitiga Bermuda, daerah tersebut memiliki lalu lintas yang padat.
"Daerah segitiga itu kebetulan menjadi salah satu daerah yang paling banyak dilalui di dunia, dan semakin banyak jumlah kapal atau pesawat, semakin besar kemungkinan sesuatu akan terjadi pada beberapa orang," tulis Rosenberg, dikutip dari Live Science.
Badai tropis dan angin topan juga sering terjadi di wilayah Atlantik ini, yang dapat menjelaskan banyak orang hilang yang dilaporkan terjadi selama bertahun-tahun di Segitiga Bermuda, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).