Teori konspirasi Hollow Earth atau Bumi Berongga telah ada selama ratusan tahun, teori ini dikabarkan berasal dari mitologi kuno. Saat ini kehadiran teori tersebut sering muncul dalam budaya pop modern, buku, dan film.
Para “pendukung” teori Bumi Berongga sebenarnya cukup banyak juga, walaupun teori ini belum bisa dibuktikan keabsahannya. Sejumlah orang percaya ada dunia rahasia di dalam bumi. Selain itu, dipercaya banyak spesies-spesies asing hingga monster raksasa hidup di dalam bumi.
Pada teori tersebut dikabarkan penjelajah hanya bisa mengakses dunia tersembunyi lewat pintu masuk khusus yang tersebar di seluruh dunia yang disebut sebagai vortilitas atau lubang simbol, dan terdapat tiga pintu masuk ke bagian dalam bumi.
Terdapat satu pintu masuk di masing-masing kutub (Utara dan Selatan) dan satu di Himalaya. Teori Bumi Berongga juga mengklaim bahwa cangkang bumi ketebalan sekitar 800 mil.
Tidak hanya itu, teori tersebut juga mengklaim bahwa ada matahari yang terletak di permukaan bagian dalam bumi, lengkap dengan siklus malam dan siang.
Mengenai Teori Konspirasi Bumi Berongga tersebut, sejumlah orang percaya bahwa bagian berongga ini terdapat di Kutub Utara dan Selatan, sementara yang lainnya berpikir rongga atau lubang tersebut terdapat di Gunung Shasta atau Segitiga Bermuda.
Selain kota bawah tanah, terdapat pula bagian yang bisa dihuni di antara banyak lapisan bumi dan pusatnya.
Dalam teori konspirasi tersebut, peradaban yang hidup di rongga bumi tersebut terbilang sangat maju. Anggota masyarakat disana dianggap sebagai manusia unggul dan memiliki tinggi sekitar 3,6 meter.
Mereka menganggap diri mereka merupakan keturunan nefilim atau malaikat yang jatuh. Sejumlah orang percaya, dan bahwa dari sinilah kisah tentang raksasa berasal.