Kuarsa diwarnai dengan oksida besi berwarna coklat muda, sementara feldspar berwarna coklat muda. Dua mineral tersebut lah yang menciptakan warna khas pasir pantai.
Untuk di daerah dengan gunung berapi, pasir berasal dari batuan vulkanik. Hal itu menjelaskan adanya pantai berwarna unik di Kepulauan Hawaii. Pantai Merah di Hawaii memiliki pasir berwarna merah yang berasal dari batuan vulkanik yang kaya akan zat besi.
Sementara pantai dengan pasir berwarna kehijauan dikabarkan mengandung mineral olivin. Sementara pantai pasir hitam tercipta dari obsidian atau kaca vulkanik. Di mana ketika lava mengalir ke perairan, mineral tersebut akan mengeras dengan sangat cepat hingga pecah, dan menciptakan pecahan obsidian. Seiring waktu, ombak menghaluskan pecahan tersebut dan mengubahnya menjadi pasir.
Tapi, pasir pantai lebih dari sekadar mineral dari darat. Karena, beberapa pasir juga berasal dari laut. Yakni kerang, pecahan karang keras, atau dari organisme laut yang terdampar di pantai.
Deburan ombak memecah benda-benda tersebut menjadi potongan-potongan kecil berukuran pasir. Untuk daerah tropis, biasanya berasal dari terumbu karang. Biasanya terumbu karang merupakan rumah bagi hewan seperti ikan kakatua.
Ikan kakatua sendiri memakan ganggang yang hidup di dalam laut dan di karang. Karena setelah memakan sesuatu dari karang, mereka membuang sisanya dalam bentuk pasir. Seekor ikan kakatua dikabarkan bisa menghasilkan ratusan kilogram pasir setiap tahun.
Selain itu, pasir juga berasal dari sisa-sisa makhluk kecil yang disebut dengan foraminifera atau foram. Foram sendiri merupakan protista bersel tunggal mirip dengan amoeba. Mereka membentuk cangkang pelindung dari kalsium karbonat, seperti yang ditemukan di sebagian besar cangkang dan kerangka kerang.
Ketika foram mati, cangkangnya tertinggal sebagai pasir. Di sejumlah wilayah, foram memiliki cangkang merah muda, hingga memberikan warna yang unik pada pasir pantai.
(DRA)
(Andera Wiyakintra)