Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 PO Bus yang Susah Disalip, Armadanya Bejibun!

Rina Anggraeni , Jurnalis-Selasa, 20 Desember 2022 |12:59 WIB
5 PO Bus yang Susah Disalip, Armadanya Bejibun!
Bus yang Susah Disalip (Foto: Freepik)
A
A
A

DERETAN PO bus yang susah disalip. Ketika mereka berada di jalanan, akan sangat sulit bagi Anda untuk bisa mendahului mereka. Mereka memiliki sopir cekatan dan menguasai medan, serta armada bejibun yang menguasai jalanan.

Lalu PO bus mana saja yang 'haram' untuk disalip di jalanan? Berikut bocorannya, seperti dikutip dari channel YouTube Taufik RS, Selasa (20/12/2022):

1.PO Budiman

Budiman

Berbasis di Tasikmalaya, Jawa Barat, PO Budiman didirikan Saleh Budiman, pada 1992. Seperti Prima Jasa, PO satu ini juga memiliki 1.000 armada yang melayani rute Tangerang, Bandung, Bekasi, Depok, Jakarta, hingga Jawa Tengah.

2.PO Primajasa

PT Primajasa memulai operasinya sejak tahun 1991 sebagai bus wisata dengan armada 25 bus dan melayani rute Bogor–Tangerang via Jakarta. Seiring perkembangan bisnisnya, PO bus ini memiliki 1.500 armada yang melayani rute Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

3.PO AKAS

PO AKAS didirikan oleh Haji Karman Amat di Probolinggo pada 1956. PO bus ini kemudian dibagi menjadi empat grup: PO AKAS I, PO AKAS II, PO AKAS III, dan PO AKAS IV, pada 1976. Hingga 2020, PO bus ini memiliki 1.500 armada yang melayani trayek Sumenep (Madura)-Surabaya, Probolinggo-Sumenep, hingga Surabaya-Pamekasan.

4.PO Sinar Jaya

Berkantor pusat di Bekasi, PO Sinar Jaya beroperasi sejak 1982. PO yang memiliki lebih 1.500 armada ini melayani berbagai jurusan dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Jawa Tengah, dan Sumatera.

5.PO Harapan Jaya Prima

Harjaya Cahyana mendirikan PO Harapan Jaya Prima di Tulungagung, Jawa Timur, pada 1972. Berawal dari 3 unit bus yang melayani rute Tulungagung – Kediri – Surabaya, kini PO bus satu ini memiliki sekitar 250 bus.

 (RIN)

(Rani Hardjanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement