Mengapa bisa tsunami tersebut mencapai ketinggian yang tidak disangka-sangka? Umumnya, peristiwa bencana alam tsunami terjadi karena gempa di bawah laut atau ledakan besar gunung berapi.
Hal ini serupa dengan tsunami lituya bay yang terjadi akibat gempa berkekuatan sekitar 7,8 skala richter di dekat pegunungan fairweather, dekat teluk lituya sehingga menyebabkan tanah longsor dari bebatuan dan juga es seberat 30 juta kubik yang menghantam perairan di wilayah tersebut.
Tidak hanya itu, bendungan vajont dam di Italia, pernah mengalami hal yang sama dengan lituya bay, pada tahun 1963. Akibat dari tanah longsor di lereng utara gunung toc, yang meruntuhkan 270 juta meter kubik batu ke daerah cekungan bendungan sehingga menyebabkan gelombang yang tinggi.
Megatsunami seperti itu tentu tidak akan bisa dihentikan oleh manusia. Penyebabnya karena manusia tidak dapat mengendalikan kekuatan tsunami yang begitu besar, meskipun sudah banyak teknologi canggih buatan manusia untuk mengantisipasi bencana alam satu ini.
Kemungkinan untuk mengantisipasi tsunami adalah mencari info evakuasi dan tempat aman, ketahui peralatan peringatan dini di wilayah setempat dan peka terhadap lingkungan di sekitar, khususnya yang tinggal di daerah pinggir pantai.
(Ahmad Muhajir)