Kesimpulan tersebut, berdasarkan uji coba eksperimental, di mana kombinasi asam amino yang baik disuntikkan kepada nyamuk betina akan menghasilkan telur.
Nyamuk seperti kebanyakan serangga lain mengalami metamorfosis, mulai dari larva hingga tumbuh dewasa. Kehidupan dewasa mereka juga tergantung pada apa yang didapatkannya pada saat menjadi larva.
Perkembangannya ditentukan oleh asam amino dan nutrisi lainnya. Setelah metamorfosis nyamuk tidak lagi memiliki persediaan protein untuk bereproduksi
Namun, mengisap darah memiliki beberapa masalah tersendiri bagi nyamuk betina. Salah satunya, darah sebagai makanan tidak seimbang karena dominan protein di dalamnya.
Sedangkan, nyamuk membutuhkan karbohidrat sebagai sumber tenaga untuk terbang. Mereka beterbangan antara 250 hingga 500 kali per detik.
(Ahmad Muhajir)