Sementara itu, pendinginan di belahan Bumi Selatan yang termasuk sebagai tempat hunian manusia purba zaman dahulu, tidak melebihi suhu 4 derajat Celcius sehingga hasil ini yang menjelasakan bahwa efek letusan supervolcano Toba tidak mematikan pada perkembangan di wilayah Afrika.
Sebuah teori menyebutkan bahwa manusia modern lahir dari populasi manusia yang berasal dari Afrika sekitar 60 ribu tahun lalu.
Sejarah mencatat, saat terjadi letusan itu hanya sepertiga populasi manusia yang tersisa dan bertahan hidup, yaitu sekitar 10.000 sampai 30.000 orang populasi dunia.
Kini gunung berapi tersebut, telah berubah menjadi danau terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara dan menjadi danau paling terkenal di dunia.
Semenjak kejadian letusan gunung berapi Toba, dampak yang menguntungkan adalah tanah di wilayah Toba menjadi subur sampai saat ini.
(Ahmad Muhajir)