JAKARTA - Ada alasan sosok Godzilla bisa tumbuh 30 kali lebih cepat dari hewan lain. Meski ia hanyalah karakter fiksi di sebuah film, andai keberadaannya nyata monster ini punya pertumbuhan yang fantastis.
Sebuah riset di jurnal Science yang dibuat oleh Nathaniel J. Domiy, menyampaikan bahwa pertumbuhan Godzilla merupakan rekor dalam sebuah evolusi.
Godzilla pertama kali muncul di layar kaca, yakni pada tahun 1954, tingginya hanya 50 meter. Setelah puluhan film tentangnya rilis, kini monster tersebut punya tinggi hampir 120 meter.
Analisis para peneliti menemukan, Godzilla telah berevolusi 30 kali lebih cepat dibandingkan organisme mana pun di Bumi. Apa alasannya?
Menurut peneliti, pertumbuhan karakter fiksi Godzilla yang signifikan ini disebabkan oleh manusia yang mengalami ultural anxiety atau budaya rasa cemas yang kolektif.
Hal tersebut, seperti dihimpun dari Live Science, Senin (24/20/20222), menyebabkan Godzilla bisa menjadi begitu besar lebih cepat dibanding atlet yang memakai steroid.
"Kami pikir kecemasan budaya bisa menjadi agen pendorong perubahan pada film monster metaforis ini," ujar pemimpin riset, Nathaniel J. Dominy.
Adabanyak teori ilmiah yang berusaha menjelaskan alasan lain atas ukuran Godzilla. Salah satunya, Godzilla adalah dinosaurus ceratosaurid yang hidup di periode Jura (201 hingga 145 juta tahun yang lalu).
Dominy dan rekan membantah hal ini. Menurut mereka, kecepatan pertumbuhan Godzilla jauh melewati dinosaurus itu. Mereka menambahkan bahwa pertumbuhan Godzilla terlalu cepat ketika keberagaman genetik terbatas.
Selain itu, para peneliti menjelaskan bahwa seleksi alam, di mana organisme dengan gen yang lebih baik bisa bertahan hidup dan menurunkannya pada keturunannya, tidak bisa menjelaskan pertumbuhan Godzilla yang begitu cepat.
Oleh karenanya, para peneliti mengajak kita untuk melihat sejarah Godzilla. Menurut para peneliti, Godzilla diciptakan, sebagian alasannya karena rasa takut umat manusia setelah penggunaan bom atom serta bom hidrogen pada tahun 1940-an dan 1950-an.
Di kisah Godzilla, uji coba bom hidrogen yang merusak ekosistem tempat tinggalnya di dasar laut membuatnya marah dan merusak Tokyo.
Untuk menguji anggapan bahwa rasa cemas yang memicu pertumbuhan Godzilla, para peneliti mempelajari anggaran militer AS sebagai proksi rasa cemas negara itu secara keseluruhan.
Dari situ, peneliti menemukan korelasi kuat antara besarnya anggaran dengan ukuran tubuh Godzilla dari 1954 sampai 2019.
Memang, korelasi ini bukan berarti penyebab Godzilla tumbuh cepat. Dan ada kemungkinan ukuran tubuh ini disebabkan faktor lain, seperti kesukaan orang-orang terhadap monster ukuran sangat besar dan menyeramkan, yang membuatnya sukses di box office.
Namun, jika rasa cemas ternyata jadi alasan di balik pertumbuhan cepat Godzilla, maka tidak sulit untuk melihat alasan di balik rasa cemas ini.
Menurut Dominy dan rekannya, Ryan Calsbeek, rasa cemas bisa saja akibat ketidakstabilan geopolitik, ancaman teroris, atau rasa takut lainnya.
Para peneliti juga menambahkan perubahan iklim turut membuat rasa cemas kolektif manusia semakin meningkat.
"Godzilla adalah sebuah metafora bermanfaat bagi apapun jenis ancaman eksistensial yang kita hadapi secara kolektif, entah itu bom nuklir atau perubahan iklim," paparya.
(Ahmad Muhajir)