JAKARTA – Produksi mobil listrik sudah semakin massif di berbagai belahan dunia. Meski begitu, proses peralihan dari penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik terhalang oleh berbagai mitos yang beredar di masyarakat terkait mobil listrik. Berikut mitos yang salah terkait mobil listrik.
1. Jangkauan rendah
Jangkauan kendaraan listrik tidak bisa dibilang rendah. Karena, perkembangan teknologi transportasi memungkinkan mobil listrik untuk dapat menempuh jarak hingga 120 mil hanya dengan sekali pengisian daya. Bahkan untuk kendaraan Plug-in Electric Hybrid Vehicle (PHEV) dapat berjalan hingga 300 mil dengan mengkombinasikan antara listrik dan bensin.
Mobil listrik juga disebut hanya cocok digunakan untuk santai atau perjalanan di dalam kota. Mitos ini telah terbantahkan, karena di luar negeri mobil listrik digunakan untuk kebutuhan komersial yang memungkinkan perjalanan jauh.
2. Harus bangun infrastruktur pengisian daya sebelum diterapkan
Mitos ini langsung terbantahkan karena pengisian daya kendaraan listrik adalah di rumah. Sementara pengisian bahan bakar yang sifatnya umum hanya pelengkap saja atau sifatnya membantu. Di sisi lain, pembangunan stasiun pengisian daya mobil listrik sudah semakin gencar, baik di luar negeri dan juga di dalam negeri.