Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Kasus Serangan Siber yang Pernah Terjadi di Indonesia Sebelumnya

Mirsya Anandari Utami , Jurnalis-Rabu, 21 September 2022 |18:11 WIB
5 Kasus Serangan Siber yang Pernah Terjadi di Indonesia Sebelumnya
5 kasus serangan siber yang pernah terjadi di Indonesia sebelumnya (Foto: BBC)
A
A
A

JAKARTA - Kasus peretasan oleh seorang hacker dengan nama akun Bjorka mengundang perhatian masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, ia telah membobol sistem perusahaan yang menyimpan data masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, Bjorka juga telah membobol data pribadi sejumlah pejabat negara, bahkan presiden.

Diketahui, terdapat lebih dari enam pejabat Indonesia yang diserang hacker Bjorka. Menteri Kominfo Johnny G Plate adalah salah satu korban Bjorka yang dibobol data pribadinya.

Hubungan panas antara Bjorka dan Kominfo memang sudah terjadi lama sebelum pembobolan data Johnny. Kominfo yang berpesan kepada hacker agar tidak melakukan serangan siber ditanggapi sinis oleh Bjorka.

Sebuah pesan singkat masuk ditujukan kepada Kominfo, yakni "STOP BEING AN IDIOT" yang dalam bahasa Indonesia berarti "BERHENTI MENJADI IDIOT".

Selain kasus Bjorka, terdapat kasus-kasus penyerangan siber lain yang pernah terjadi di Indonesia. Kasus tersebut tidak kalah besarnya, bahkan sampai melibatkan masyarakat Indonesia.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut sederet kasus peretasan besar yang pernah terjadi di Indonesia sebelumnya.

1. Pembobolan data BPJS Kesehatan

Pada Mei 2021 lalu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terkena serangan siber yang mengakibatkan kebocoran data 279 juta warga Indonesia.

Hal ini diakui oleh Ali Ghufron Mukti selaku Direktur Utama BPJS Kesehatan. Data tersebut mencakup nomor KTP, nomor telepon, email, hingga alamat. Diketahui, data-data tersebut dijual oleh akun bernama Kotz ke forum online Raid Forums.

Menanggapi permasalahan tersebut, Kominfo melakukan pemutusan akses terhadap situs yang dapat digunakan untuk mengunduh data pribadi, seperti Rf.ws, Rfmirror.com, dan Raid Forums. Hal ini dilakukan sebagai upaya meminimalisir melebarnya kebocoran data.

2. Peretasan 10 Jaringan Kementerian

Tak hanya satu atau dua, namun 10 situs kementerian Indonesia menjadi korban peretasan oleh seorang hacker asal China, Mustang Panda Group, pada 2021 lalu.

Melansir dari The Record yang tertera dalam Sindonews, Mustang Panda adalah sebuah kelompok peretas yang memiliki visi spionase siber yang mempunyai target operasi di wilayah Asia Tenggara. Selain situs kementerian, situs Badan Intelijen Negara (BIN) turut menjadi korban.

Laporan peretasan ini diketahui dari sekelompok peneliti keamanan internet Insikt Group yang mendeteksi adanya server command and control (C&C) malware PlugX yang dioperasikan oleh Mustang Panda di dalam jaringan pemerintah Indonesia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement