Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tahukah Anda, Kenapa Sapi Terlihat Selalu Mengunyah? Simak Jawabannya

Ahmad Muhajir , Jurnalis-Rabu, 31 Agustus 2022 |10:03 WIB
Tahukah Anda, Kenapa Sapi Terlihat Selalu Mengunyah? Simak Jawabannya
Tahukah Anda, kenapa sapi terlihat selalu mengunyah? Simak jawabannya (Foto: iStock)
A
A
A

Berikut adalah empat bagian dari lambung sapi

1. Rumen (perut besar)

Tempat terjadinya pencermaan dengan bantuan mikroba (bakteri). Di sini makanan dicerna hingga menjadi bubur dengan gerakan mengaduk yang dilakukan oleh dinding rumen.

Pada saat sapi beristirahat, makanan kembali ke mulut dan dikunyah kembali. Inilah mengapa sapi terlihat mengunyah padahal sedang tidak makan, karena sebenarnya sapi memakan makanan yang kembali ke mulut dari rumen.

Setelah dikunyah untuk yang kedua kalinya, makanan masuk ke retikulum (perut jala).

2. Retikulum (perut jala)

Di dalam retikulum, makanan kembali mengalami proses fermentasi dengan bantuan bakteri anaerob dan protozoa. Di dalam bagian perut ini, terjadi proses absorpsi dan penyaringan benda-benda asing yang masuk bersama makanan sehingga tidak masuk ke omasum (perut kitab).

3. Omasum (perut kitab)

Di dalam omasum, makanan dicerna dengan bantuan enzim pencernaan. Selanjutnya, makanan masuk ke abomasum.

4. Abomasum (perut masam)

Perut bagian inilah yang sebenarnya disebut dengan lambung. Di sini makanan dicerna dengan bantuan enzim pencernaan pepsin yang dihasilkan oleh abomasum.

Setelah melewati seluruh proses pencernaan makanan di dalam abomasum, makanan bergerak menuju usus halus. Panjang usus halus seekor sapi dewasa dapat mencapai 40 meter.

Di dalam usus halus, terjadi proses absorpsi dan fermentasi. Selanjutnya, sisa-sisa makanan akan dikeluarkan melalui anus.

Itulah penjelasan proses pencernaan pada hewan ruminansia, khususnya pada sapi, yang menyebabkannya sering kali terlihat selalu mengunyah.

(Ahmad Muhajir)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement