JAKARTA - Fenomena Ekuiluks di Indonesia sempat terjadi di awal tahun ini, mulai dari 20 Januari hingga 26 Februari 2022. Lantas, apa sebenarnya fenomena astronomi tersebut?
Diolah dari situs EDUSAINSA BRIN (LAPAN), Jumat (1/7/2022), Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangeran mengatakan, Ekuiluks adalah fenomena astronomi ketika panjang siang sama persis dengan malam, yaitu 12 jam.
"Sebagaimana dengan ekuinoks, ekuiluks dapat terjadi 2 kali setahun," kata Andi.
Dia menjelaskan, Ekuiluks hanya fenomena astronimi biasa dan tidak berdampak apapun ke kehidupan manusia.
"Meski demikian, secara praktis langit akan mulai tampak terang ketika terjadi aram beberapa menit sebelum Matahari terbit (fajar) maupun setelah terbenam (senja)," terang dia.
Menurutnya, aram terjadi dikarenakan pembiasan sinar Matahari oleh atmosfer Bumi.
Sehingga, ketika Matahari terbenam langit tidak seketika gelap. Begitu pula menjelang Matahari terbit, langit tidak seketika terang.
Fenomena ini, bakal terjadi lagi di Indonesia pada 15 Oktober hingga 18 November mendatang.
(Ahmad Muhajir)