Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyebab Gigi Transmisi Loncat dan Cara Mengatasinya

Tangguh Yudha , Jurnalis-Jum'at, 18 Maret 2022 |06:04 WIB
Penyebab Gigi Transmisi Loncat dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi mobil (freepik)
A
A
A

PEMILIK mobil manual mungkin pernah mendapati tansmisi pindah ke netral dengan sendirinya atau biasa disebut gigi loncat. Jika ya, itu berarti ada suatu masalah yang perlu segera diatasi.

Gigi loncat dapat membahayakan keselamatan berkendara dan pengendara lainnya. Dengan mengetahui sebab-sebab gigi loncat terlebih dahulu maka akan mudah untuk mengatasinya dan melakukan pencegahan.

Nah berikut beberapa penyebab gigi loncat beserta cara mengatasinya, melansir dari laman resmi Suzuki:

1. Kerusakan sinkromes

Salah satu hal yang bisa menyebabkan terjadinya gigi loncat adalah kerusakan pada bagian sincromesh. Kerusakan pada spare part ini dapat berupa keausan atau luka dalam sinkromes.

Sinkromes merupakan spare part pada mobil manual yang berperan dalam menyamakan putaran gigi untuk perpindahan gigi percepatan dengan mulus.

Kerusakan sinkromes yang bersifat ringan daat dilakukan perbaikan, namun bila kerusakan sangat parah dan sulit diatasi, mengganti sinkromes adalah pilihan yang tepat.

infografis

BACA JUGA:5 Mobil Ini Paling Diburu Peminat Kendaraan Bekas Indonesia

2. Setelan kopling yang kurang tepat

Gigi loncat juga dapat terjadi karena setelan kopling yang tidak sesuai. Hal ini bisa menyebabkan transmisi yang nyangkut dan sulit untuk masuk.

Untuk mengatasinya, bisa dengan mengatur pijakan kopling yang kurang dalam atau dangkal dengan melakukan perbaikan kedalaman kopling tersebut.

3. Clutch cover kopling yang lemah

Penyebab gigi transmisi loncat berikutnya adalah melemahnya clutch cover kopling. Spare part ini berperan sebagai komponen dalam sistem kopling yang memiliki fungsi untuk menjepit kampas kopling.

Untuk mengatasi hal tersebut, dapat melakukan perbaikan jika kerusakan cukup ringan. Sedangkan untuk kerusakan yang parah, bisa dengan menggantinya dengan komponen yang baru.

4. Aus pada blocking ring

Aus yang terjadi pada blocking ring juga bisa menyebabkan gigi loncat sendiri, misalnya transmisi dari gigi dua atau gigi satu ke gigi netral dengan sendirinya.

Hal tersebut bisa membuat kesulitan dalam mengoperasikan tuas transmisi. Aus pada blocking ring bisa diatasi dengan melakukan penggantian komponen.

5. Gigi gir yang aus

Kondisi gigi gir yang aus bisa menjadi penyebab gigi transmisi loncat ke netral dengan sendirinya. Selain itu, faktor transmisi tidak sejajar dan longgar, rumah kopling tidak sejajar, dan penutup shifter yang longgar juga bisa jadi penyebab.

Untuk itu selalu periksa komponen transmisi agar fungsinya bisa berjalan dengan baik. Komponen yang sudah rusak, bisa diganti dengan yang baru agar sesuatu yang tidak diingankan tidak terjadi.

6. Mengganti gigi yang tidak tepat

Mengganti gigi di waktu yang tidak tepat juga bisa menyebabkan gigi transmisi mudah loncat. Selain itu, gaya mengemudi yang seperti itu juga bisa menurunkan performa transisi dan berpotensi menyebabkan kerusakan.

Gaya mengemudi kendaraan manual dengan memindahkan transmisi ke posisi R ketika mobil belum berhenti dan masih melaju, ataupun sebaliknya juga bisa menjadi penyebab gigi transmisi loncat.

Gaya berkendaraan yang seperti itu dapat memicu keausan komponen gir dalam transmisi. Bahkan, kondisi tersebut juga dapat merusak komponen lainnya.

Merubah gaya mengemudi dapat mencegah, sekaligus mengatasi gigi transmisi loncat. Jika ingin memindahkan tuas R ke D atau sebaliknya, pastikan untuk berhenti terlebih dahulu sebelum memindahkannya.

7. Bobot muatan

Bobot muatan kendaraan yang melebihi batas anjuran juga bisa menyebabkan beban kerja transmisi menjadi lebih. Hal tersebut juga bisa menyebabkan gigi transmisi loncat.

Untuk itu selalu pastikan mobil tidak mengalami lelebihan muatan. Ikuti anjuran yang diberikan agar beban kerja transmisi menjadi lebih ringan.

Tidak Melakukan Perawatan dengan Baik

Perawatan secara berkala untuk kendaraan perlu dilakukan. Bisa dengan melakukan pengecekan kebocoran oli transmisi, pengecekan oli transmisi, dan juga penggantian oli transmisi setiap 40 ribu Km.

8. Faktor usia pemakaian

Setiap komponen memiliki waktu pakainya sendiri-sendiri, ketika sudah mencapai waktu untuk diganti namun masih belum diganti juga bisa menyebabkan ketidaknyamanan dalam berkendara.

Jika memiliki kendaraan yang sudah berusia cukup lama, melakukan perawatan secara rutin merupakan hal yang sangat penting. Jika sudah tidah dimungkinkan, bisa dengan mengganti komponen dengan yang baru.

(Kurniawati Hasjanah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement