“Pengantin pria juga memberi minyak goreng sebagai emas kawin dan juga uang tunai sebesar Rp 1 juta,” ujar Meky.
Dia menegankan, di Ponorogo, saat ini keberadaan minyak goreng sangat langka dan menjadi barang berharga, bahkan menjadi buruan ibu-ibu.
“Minyak goreng ini dibutuhkan dalam rumah tangga. Filosofi walaupun sederhana, tetapi bermanfaat,” lanjutnya.
Seorang warganet berkomentar, mahar minyak goreng ini bentuk tanggung jawab suami karena begitu mahal dan langka minya goreng saat ini.
"Begitu mahal dan berharganya minyak goreng kali ini sampai-sampai dijadikan mahar, artinya sang suami masih bertanggungjawab akan kebutuhan istrinya," tulis seorang netizen.
(Ahmad Muhajir)