JAKARTA - Kelompok peretas yang berpihak kepada Palestina disebut telah melakukan serangan siber ke pemerintah Timur Tengah, organisasi-organisasi berfokus kebijakan publik, hingga maskapai penerbangan.
Dilansir dari CyberScoop, Senin (8/2/2022), serangan mereka dikatakan menggunakan malware baru sebagai bagian dari agenda mengumpulkan data intelejen.
Kabar ini, ditemukan oleh para peneliti dari perusahaan keamanan siber Proofpoint, mereka mengklaim telah membongkar aktivitas terbaru kelompok hancker berbahasa Arab.
Kelompok peretas tersebut, dikenal dengan sebutan MoleRATs di mana mereka kerap menyebarkan trojan untuk mengumpulkan data intelijen, operasinya memakai malware baru beristilah NimbleMamba.
Menurut Proofpoint, malware ini punya kemampuan untuk bersembunyi sehingga sulit dideteksi, kemungkinan dirancang agar bisa mendapatkan akses untuk memasuki sistem yang ditargetkan.
Deiketahui, MoleRATs sudah melakukan peretasan dengan target yang tersebar di seluruh dunia selama bertahun-tahun, namun kali ini mereka melawan pemerintah Timur Tengah, organisasi-organisasi yang berfokius pada isu kebijakan luar negeri, hingga maskapai penerbangan yang berafiliasi dengan negara target.
Sayangnya, tidak dijelaskan secara spesifik pemerintah dari negara-negara Timur Tengah mana saja yang sedang menjadi target peretasan.
Wakil Presiden Proofpoint bidang penelitian dan detekasi ancaman, Sherrod DeGrippo mengatakan, salah satu piminan MoleRAT adalah sosok dengan nama samaran TA402.
"Mereka mengembangkan teknik baru dan menciptakan serangan yang dilakukan dengan sangat baik, spesifik, dan tepat sasaran," katanya.
(Ahmad Muhajir)