JAKARTA- Pandemi Covid-19 tidak dipungkiri membuat cara menusia berkomunikasi berubah. Kini masyarakat lebih banyak mengandalkan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp dan Telegram untuk berkirim informasi.
Hal tersebut guna mengurangi kontak langsung dan penyebaran virus. Kendati demikian, perusahaan Keamanan Siber, Kaspersky melihat aplikasi semacam WhatsApp hingga Telegram menjadi target baru bagi para scammer untuk mengirim link yang berbahaya atau modus pishing.

BACA JUGA:
- Game Pokemon Unite Hadir di Nintendo Switch 21 Juli, Android dan iOS Kapan?
- Saingi Nintendo Switch, Valve Umumkan Konsol Game Steam Deck
"Sebagian karena popularitas aplikasi ini semakin luas di kalangan pengguna, serta kemampuan fungsionalitas bawaan pada aplikasi untuk meluncurkan serangan," kata Analis Konten Web Senior di Kaspersky, Tatyana Shcherbakova, dalam keterangan tertulis, seperti dikutip Sabtu (17/7/2021).
Secara keseluruhan, Kaspersky menganalisis, klik anonim pada link phishing di seluruh aplikasi messaging seperti, WhatsApp, Viber, Telegram, dan Hangout, dari Desember 2020 hingga Mei 2021, ada sekira 91.242 kali.