Restore Privacy melaporkan bahwa peretas tampaknya telah menyalahgunakan LinkedIn API resmi untuk mengunduh data, metode yang sama yang digunakan dalam pelanggaran serupa pada April.
Pada 22 Juni, ada yang mengiklankan data berisi 700 juta pengguna LinkedIn untuk dijual secara online. Salah satu anggota forum memposting sampel data yang berisi 1 juta pengguna LinkedIn.
Restore Privacy pun akhirnya meneliti data tersebut dan menemukan kalau datanya berisi:
1. Alamat email
2. Nama Lengkap