Tak disangka, penjualan Mazda sangat sukses di Negeri Paman Sam, sehingga perusahaan memproduksi Rotary Pickup hanya untuk pasar Amerika Utara sampai Kanada.
Pada 1978, Mazda RX-7, sebuah mobil sport yang terjangkau dan berkinerja tinggi memulai debutnya, yang kemudian dilanjutkan oleh RX-8.
Pada 1970-an, Ford Motor Company mengakuisisi 24,5% saham Mazda. Keduanya lalu berhasil menciptakan truk Bongo dan Titan untuk dijual menggunakan merek Ford. Pasarnya sebagian besar di wilayah Pasifik dan Asia.
Memasuki era 1989, Mazda meluncurkan produk MX-5 Miata, sebuah mobil sport dua pintu, dengan banderol harga awal USD13.800.
Pada 1991, Mazda mencetak tonggak sejarah lain bagi perusahaan. Mobil Mazda 787 B memenangkan perlombaan Le Mans, dan menjadi mobil bertenaga rotari pertama serta mobil buatan Jepang pertama yang melakukannya.
Namun, Mazda terkena dampak kemerosotan ekonomi di Jepang pada 1990-an. Pada 1996, Ford mengambil alih saham dan menyelamatkannya dari potensi kebangkrutan.
Kedua perusahaan berbagi fasilitas manufaktur di beberapa negara bersama dengan platform kendaraan dan sumber daya lain.
Pada 2008, Ford yang rugi akibat krisis ekonomi global dan kemerosotan penjualan mobil, melepaskan kendali atas Mazda dengan menjual 20% saham atau senilai USD540 juta.
Pada 2009, Mazda merayakan ulang tahun ke-20 lewat MX-5 Miata. Saat itu, penjualan mobil ini telah mencapai hampir 900 ribu unit. MX-5 Miata juga telah memenangkan hampir 180 penghargaan.
Pada 2010, Ford menurunkan kepemilikannya sehungga hanya tersisa 3%. Meski demikian, kedua perusahaan tetap bersama dalam berbagai usaha patungan di masa depan.
Kemudian pada 2015, Ford menjual sisa saham mereka ke Mazda. Setelah transaksi itu, Mazda menandatangani perjanjian baru dengan Toyota Company untuk membentuk kemitraan.
Mazda bertanggungjawab untuk memasok teknologi mesin hemat bahan bakar ke Toyota, dengan imbalan beberapa sistem sel bahan bakar hidrogen milik Toyota dapat digunakan Mazda.
(Salman Mardira)