Cara kerjanya adalah ketika pengguna membuat akun di situs web, mereka hanya perlu memilih nama pengguna seperti biasa. Lalu, perangkat akan menggunakan Face ID atau Touch ID untuk memverifikasi bahwa itu adalah pemiliknya.
Semua kunci sandi akan dibuat dan disimpan di perangkat dan kemudian disinkronkan di semua perangkat lain yang terhubung ke ID Apple Anda.
Apple mengatakan, teknologi ini didasarkan pada teknologi WebAuthn yang sudah ada, jadi seharusnya sudah familiar bagi beberapa pengembang.
"Karena hanya satu ketukan untuk masuk, itu secara bersamaan lebih mudah, lebih cepat, dan lebih aman daripada hampir semua bentuk otentikasi umum saat ini," kata Garrett Davidson selaku Engineer otentikasi Apple, dikutip dari Ubergizmo.
Meskipun demikian, keberhasilan fitur ini bergantung pada pengembang yang mengadopsinya. Jadi meskipun terdengar bagus di atas kertas, jika tidak ada yang memilih untuk menggunakannya itu akan sangat sia-sia.
(Dyah Ratna Meta Novia)