TEL AVIV – Facebook akhirnya minta maaf kepada pengguna lantaran telah menghapus seluruh postingan terkait bela Palestina. Tindakan Facebook justru menimbulkan protes keras hingga seruan keluar dari akun sosial media tersebut.
Eksekutif senior Facebook telah meminta maaf kepada Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh melalui pertemuan online atas aksinya memblokir konten pro-Palestina.
Kepala Misi Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, mengatakan Facebook telah mengakui bahwa ada masalah dengan algoritmanya dan berjanji untuk menangani masalah tersebut.
Baca Juga: Aktivis Palestina Serukan Tinggalkan Facebook, Mark Zuckerburg Panik
Dijelaskannya, tim Facebook yang dipimpin oleh Vice President for Global Affairs, Nick Clegg menginformasikan bahwa pihaknya secara tidak tepat melabeli kata-kata tertentu yang sering digunakan oleh warga Palestina termasuk 'martir' (kesyahidan) dan 'perlawanan' (pertempuran) sebagai hasutan untuk melakukan kekerasan.
“Mereka berjanji akan mengevaluasi dan mengkaji kerangka tersebut,” ujarnya.