Menurut laporan RAF, bongkahan es yang sangat besar dapat meninggalkan jejak puing yang berpotensi menghalangi lalu lintas kapal di masa yang akan datang. Namun, yang menjadi fokus utama peneliti adalah seberapa dalam gunung es itu mencelup ke bawah permukaan laut.
Baca Juga: Gunung Es Besar Hancurkan Lapisan Es Antartika
Dilansir dari Live Science pada Senin (14/12/2020), ketika A-68a memisahkan diri dari Larsen C Ice Shelf tiga tahun lalu, titik paling bawahnya diukur lebih dari 200 meter di bawah permukaan laut. Gunung es ini kemungkinan telah menyusut secara vertikal maupun horizontal sejak saat itu.
Kedalaman gunung es penting untuk diktahui saat mencapai Georgia Selatan. Wilayah ini dihuni oleh jutaan penguin, anjing laut, burung laut, dan paus yang bermigrasi. Jika A-68a mendarat di dasar laut dekat pantai Georgia Selatan, ini akan membuat penghalang besar antara hewan dan tempat makan mereka.
“Jarak yang sebenarnya ditempuh hewan untuk menemukan makanannya sangat penting. Jika mereka mengambil jalan memutar jauh, itu artinya mereka tidak akan kembali ke tempat semulanya untuk mencegah mereka mati kelaparan sementara waktu,” kata ahli ekologi dari British Antarctic Society, Geraint Tarling.
(Sazili Mustofa)