Para peneliti menggunakan pengurutan Diversity Arrays (DArT) untuk menghasilkan temuan mereka. Rekan penulis studi, Kara Youngentob, menyatakan penemuan ini akan membantu konservasi mamalia yang terancam punah.
Baca juga: YouTube Meminta Maaf soal Gangguan Layanan Hari Ini
Pada Mei 2016, spesies tersebut terdaftar sebagai hewan terancam punah. Kemudian Juni 2020, World Wildlife Fund (WWF) mengungkapkan kerusakan habitat hewan ini meningkat sekira 52 persen di New South Wales dan Queensland.
Ia juga mengatakan kebakaran hutan di Australia tahun ini sudah sangat parah dan belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini mengakibatkan hilangnya sebagian besar habitat dan kematian hewan secara luas. Maka itu, perlu adanya perlindungan untuk spesies dalam menghadapi perubahan iklim.
(Hantoro)