Menurut para peneliti, manusia memiliki gerakan halus di kepala saat berinteraksi dengan orang lain. Saat menatap mata seseorang, maka kepala secara perlahan membuat gerakan kecil. Gerakan ini juga termasuk naik dan turun saat manusia menarik serta mengembuskan napas.
Mata juga akan secara konstan melakukan koreksi membuat visi penglihatan manusia terbatas pada 2 persen area dari bidang pandang seseorang.
Baca juga: Usir Beruang Liar, Penduduk Jepang Gunakan Robot Monster Serigala
(Hantoro)