Ini ditandai dengan garis rambut yang surut dan hilangnya rambut secara bertahap dari mahkota dan kulit kepala bagian depan. Dokter Zhang mengatakan bahwa saat orang berolahraga, produksi testosteron akan meningkat.

Baca juga: Tips Buat Ketoprak Sendiri di Rumah, Ternyata Gampang!
Testosteron kemudian akan diubah menjadi dihidrotestosteron. Saat kadar dihidrotestosteron meningkat, kondisi ini memicu dan menyebabkan alopecia androgenik. Liang kemudian berhenti berolahraga dan mulai minum obat Tiongkok dan pengobatan akupunktur.
Sejak menjalani terapi tersebut, Ia berhasil menumbuhkan rambutnya kembali. Namun sejak awal 2020, ia mulai berolahraga kembali dan menjadi botak. Kini ia melakukan transplantasi rambut untuk mengatasi masalah tersebut.
(Ahmad Luthfi)