Bunyi dan suara merupakan energi yang dihasilkan oleh benda ketika bergetar, bergerak maju mundur dengan cepat. Dengan kata lain, segala macam bentuk bunyi berasal dari benda-benda yang merambat melalui sebuah medium. Baik dalam bentuk padat, cair, gas atau padat.
Pada kesempatan kali ini, 3M Science Games, mengajak anak usia sekolah dasar untuk mengenal lebih dalam science dengan cara yang asik dan menyenangkan dalam melakukan sebuah percobaan sederhana tentang bunyi dan suara dan sedotan menjadi salah satu medianya atau sumber suara.
Dalam percobaan ini, 3M Indonesia memberikan pilihan aktifitas orang tua dan anak untuk belajar science dirumah dengan percobaan science sederhana dari DoctoRabbit yang menjelaskan bagaimana ukuran sedotan yang berbeda bisa menghasilkan bunyi yang berbeda. Yuk, kita coba langsung Moms.
Percobaan harmonika dengan Sedotan
Bahan yang diperlukan untuk melakukan percobaan harmonika sedotan adalah:
• Karton
• Sedotan Kaku
• Double Tape
• Gunting
Cara Membuat :
1. Potonglah sedotan kaku sepanjang 25cm, 23cm, 21cm, 19cm, 17m, 15cm, 13cm, 11cm masing-masing sebuah
2. Potong karton dengan ukuran 1,5cm x 30cm, kemudian rekatkan double tape di salah satu sisinya.
3. Rekatkan sedotan ini berurutan dari yang terpendek sampai terpan-jang pada double tape, perlu diperhatikan salah satu sisi disusun rata dan diberi jarak yang cukup enak untuk ditiup.
4. Lipat sisa panjang karton sehingga seluruh sedotan terbungkus
5. ketika sedotan ditiup, akan terdengar suara yang berbeda di setiap sedotan.
Hasil Percobaan dari Harmonika Sedotan
Udara yang ditiupkan di lubang sédotan akan menghasilkan bunyi yang berbeda satu dengan yang lain. Hal ini disebabkan oleh udara yang ditiup pada sedotan yang panjang akan mendapat hambatan yang lebih besar ketika udara keluar di ujung yang lain dibandingkan pada sedotan yang lebih pendek. Hambatan yang lebih besar ini yang menyebabkan kecepatan udara berkurang dan suaranya lebih rendah daripada yang sedotan yang lebih pendek.
Manusia mendengar suara atau bunyi saat gelombang bunyi yaitu getaran udara atau medium lain merambat dan sampai ke gendang telinga akibat adanya getaran melalui media tersebut. Sementara kuat atau lemahnya suatu bunyi yang diterima oleh telinga manusia, dipresepsikan berbeda pada masing-masing individu. Batas dari frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia yakni berkisar antara 20 Hz sampai 20 kHz.
CM
(Yaomi Suhayatmi)