Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peneliti Temukan Populasi Hiu Karang Berkurang 19%

Farah Azka Gazali , Jurnalis-Rabu, 29 Juli 2020 |07:54 WIB
Peneliti Temukan Populasi Hiu Karang Berkurang 19%
(Foto: WGME)
A
A
A

JAKARTA – Salah satu predator terkenal di bumi adalah ikan hiu. Keberadaannya juga cukup ditakuti oleh sebagian besar manusia, terutama mereka yang mencintai laut. Namun tahukah Anda? Kini hiu “tidak sekuat” dahulu – meski tetap menyeramkan.

Dilansir Science Magazine, sebuah proyek besar bernama Global FinPrint telah menemukan kenyataan bahwa jumlah hiu karang telah berkurang setidaknya sebanyak 19%, atau dapat dikatakan kini hanya empat per lima dari mereka yang tersisa di bumi. Terkesan cukup banyak, namun pada dasarnya hal ini cukup mengkhawatirkan.

Global FinPrint dibentuk sekitar 5 tahun lalu oleh Mike Heithaus dan Demian Chapman yang merupakan ahli biologi kelautan dari Florida International University. Tidak hanya mereka, sekitar 120 ilmuwan lainnya juga turut serta dalam survey ini, di mana mereka memasang kamera video pada kedalam 1,5 meter di 371 terumbu tropis yang tersebar di 58 negara. Kamera video ini terpasang setidaknya selama tiga tahun untuk merekam pergerakan hiu karang, meliputi hiu harimau dan martil.

Dari hasil tangkapan video, para ilmuwan menemukan fakta bahwa pada 69 terumbu karang yang tersebar, tidak ditemukan satupun ikan hiu. Dilansir Forbes, hilangnya hiu ini dinyatakan sebagai kepunahan fungsional dan mereka sangat langka di beberapa daerah serta tidak dapat memenuhi perannya di ekosistem. Adapun di wilayah Republik Dominika, Hindia Barat Prancis, Kenya, Vietnam, Pulau Windward di Antillen Belanda, dan Qatar secara keseluruhan tidak ditemukan lebih dari tiga ikan hiu.

“Alasan spesifik untuk kurangnya deteksi hiu di masing-masing lokasi ini mungkin bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Setiap negara dan setiap wilayah menghadapi tantangan tersendiri. Sebagai generalitas yang luas, hilangnya hiu seperti ini kemungkinan timbul dari penangkapan ikan yang berlebihan atau kurangnya peraturan yang dipaksakan. Kemungkinan penyebab lainnya adalah kondisi terumbu karang yang buruk atau rusak; jika terumbu karang tidak memiliki komunitas yang sehat, populasi hiu dapat menurun (misalnya, jika tidak ada cukup mangsa untuk mereka). Kemungkinan ini tidak saling eksklusif - beberapa tempat menderita semua masalah ini pada saat yang sama,” ucap Michael Berumen, Profesor Ilmu Kelautan di Universitas Sains dan Teknologi King Abdullah (KAUST), dikutip Forbes.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement