Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Populasi Burung Oystercatcher Turun 35 Persen dalam 25 Tahun Terakhir

Tasya Chrismonita , Jurnalis-Kamis, 02 Juli 2020 |21:32 WIB
Populasi Burung Oystercatcher Turun 35 Persen dalam 25 Tahun Terakhir
(Foto: eBird)
A
A
A

JAKARTA - Kualitas tidur merupakan hal penting bagi kesehatan Anda. Gangguan ketika kita tidur memiliki berbagai efek buruk bagi tubuh, seperti gangguan memori hingga peningkatan risiko serangan jantung.

Bukan hanya manusia saja yang membutuhkan pola tidur yang teratur, sebagian besar hewan mulai dari serangga hingga primata pun membutuhkan kualitas tidur yang baik bagi mereka.

Para ilmuwan mengatakan, hewan perlu tidur ada hubungannya dengan menghemat energi, memperbaiki dan memelihara sistem saraf pusat, dan mengatur koneksi anatara sel-sel saraf untuk memastikan mereka dapat memproses informasi lebih efektif.

Hal ini terutama berlaku untuk spesies mangsa yang rentan terhadap predator ketika dalam keadaan tidak bergerak dan lengah.

Dalam studi baru, peneliti ingin mengetahui bagaimana aktivitas manusia mempengaruhi perilaku tidur burung tiram Inggris atau oystercatcher Eurasia. Habitat oystercather berada di pesisir pantai untuk mencari makanan, berkembang biak dan juga tidur.

Burung oystercather biasa tidur (bertengger) di tanah pantai saat air pasang dengan kelompok besar. Ini membuat mereka rentan terhadap pemangsa udara (burung pemangsa) dan yang ada di tanah (seperti rubah).

Selama lebih dari empat bulan peneliti merekam gerakan mata 300 burung yang tertidur, mereka menemukan bahwa burung oystercarther memiliki adaptasi menarik disebut “mengintip”.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement