Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Astronom Mendeteksi Asteroid yang Mendekati Bumi

Pernita Hestin Untari , Jurnalis-Rabu, 06 Mei 2020 |09:50 WIB
Cara Astronom Mendeteksi Asteroid yang Mendekati Bumi
Ilustrasi Asteroid (Foto: NASA)
A
A
A

JAKARTA- Asteroid yang mendekati Bumi dapat dideteksi. Bahkan jarak hingga ukurannya pun dapat diketahui oleh astronom. Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin para astronom melakukan survei di langit dengan teleskop.

Setelah itu semua asteroid kemudian dimasukan ke basis data asteroid dan dihitung orbitnya.

"Jadi dengan program komputer bisa dihitung asteroid yang bakal melintas dekat Bumi, termasuk jarak terdekatnya," kata Thomas kepada Okezone.

Menurut situs Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), pihaknya menggunakan Infrared Telescope Facility (IRTF). Teleskop tersebut terletak di puncak Maunakea setinggi 13.800 kaki di Pulau Besar Hawaii.

Teleskop mampu digunakan untuk mempelajari karakteristik fisik asteroid dan mampu mendeteksi pendekatan asteroud yang baru ditemukan.

NASA telah mendeteksi asteroid yang berpotensi berbahaya berukuran lebih 140 meter dan berjarak 7,5 juta kilometer dari Bumi.

Objek dengan ukuran ini dan lebih besar menimbulkan risiko bagi Bumi yang menjadi perhatian terbesar karena tingkat kehancuran yang ditimbulkan oleh dampak, dan harus terus menjadi fokus upaya pencarian global.

NASA telah menemukan sekira 24.000 benda langit dekat Bumi yang memiliki ukuran 140 meter. Meskipun demikian, belum ada asteroid yang memiliki peluang signifikasi untuk menabrak Bumi 100 tahun ke depan.

Salah satu alasannya karena jarak lintasannya yang jauh dari Bumi. Seperti asteroid raksasa OR2 1998 yang baru saja melewati Bumi pada 29 April 2020. Asterod tersebut memiliki diameter 2,06 km, namun jarak lintasannya mencapi 6,3 juta km dari Bumi.

(Amril Amarullah (Okezone))

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement