Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Meteorit Mars Berusia 4 Miliar Tahun Miliki Kandungan Nitrogen

INews.id , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2020 |23:20 WIB
Meteorit Mars Berusia 4 Miliar Tahun Miliki Kandungan Nitrogen
(Foto: Nature Communications)
A
A
A

CALIFORNIA - Penelitian tentang meteorit Mars berusia 4 miliar tahun mengungkap senyawa organik yang mengandung nitrogen, dikutip inews. Metorit menjadi bukti nyata pertama molekul nitrogen tetap di Planet Merah.

Nitrogen sangat penting untuk semua bentuk kehidupan. Penemuan membuka kemungkinan suatu waktu Mars mungkin adalah planet yang basah dan kaya organik.

“Di awal sejarah Tata Surya, Mars kemungkinan dihujani sejumlah besar material organik. Misalnya meteorit yang kaya karbon, komet, dan partikel debu. Beberapa dari mereka mungkin telah larut dalam air garam dan terperangkap dalam karbonat,” kata Kimiawan Atsuko Kobayashi dari Tokyo Institute of Technology.

Saat ini sulit untuk mengetahui bagaimana organik yang mengandung nitrogen ini muncul. Terlepas dari penjelasannya, hasilnya menunjukkan Mars pernah mirip Bumi dan lebih ramah terhadap kehidupan dibanding sekarang.

“Apa pun asalnya, keberadaan nitrogen organik dan tereduksi pada Noachian Mars awal atau tengah menunjukkan pentingnya siklus nitrogen Mars,” ujar para penulis.

Meteorit mengandung nitrogen meledak dari Mars sekitar 16 juta tahun lalu karena dampak meteorit. Sejak itu, bertahan dalam waktu dan ruang yang tidak terduga.

Dinamai ALH84001, meteorit ditemukan di Allan Hills Antartika pada 1984 dan telah dikenal di dunia sains. Batuan luar angkasa yang jatuh ke Bumi ini mengandung material karbonat berwarna oranye, yang tampaknya berasal dari semacam cairan asin di Mars sekitar 4 miliar tahun lalu.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan mengklaim menemukan fosil mikroba mirip bakteri di batu ini. Tapi, ada penjelasan non-biologis lain yang juga bisa menjelaskan keberadaan fosil itu.

Meteorit Mars adalah beberapa petunjuk terbaik yang dimiliki umat manusia mengenai sejarah Planet Merah. Tapi, karena bebatuan ini telah mendarat di Bumi sulit untuk mengatakan berapa banyak dari mereka yang masih benar-benar Mars.

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement