JAKARTA - Beragam kendaraan bisa menjadi korban bencana banjir, tak terkecuali golongan jenis mobil mewah maupun super. Genangan banjir yang merendam kendaraan tersebut, bisa menjadi kendala tersendiri bagi pemilik mobil kelas atas tersebut dalam jangka panjang.
Bahkan menurut Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih, dampak terendamnya supercar tersebut juga berpengaruh pada harga jual. Rentang penurunan harga supercar dengan kondisi pernah terendam banjir tergolong signifikan.

Persentase depresiasi harga jual bekas supercar bekas banjir ini, lebih tinggi dari kendaraan merek Eropa lain misalnya. "Mobil buatan Eropa bekas banjir harganya bisa lebih rendah 20 sampai 30 persen dari harga pasar seken, Supercar bisa sampai 50 persen," kata Herjanto.
Sebagai contoh, harga seken dari sebuah supercar jenis Lamborghini Gallardo 2013 dari berbagai sumber, berada di rentang Rp3,5 miliar. Jika diketahui kondisinya pernah terendam banjir, maka harga jualnya di pasar kendaraan seken bisa anjlok menjadi Rp1,8 miliar sampai Rp2 miliar.
Pengaruh dari faktor bencana banjir tersebut, masih akan berlangsung dalam jangka waktu lama. Hal itu ditambah dengan kesulitan menemukan pembeli, pasalnya sejumlah pemilik showroom kendaraan mewah kebanyakan enggan menerima mobil mewah maupun supercar dengan riwayat terendam banjir.
Faktor penyebab penurunan harga jual supercar bekas banjir ini, tidak lepas dari pengaruh perbaikan dan suku cadang. Tingginya biaya perbaikan serta keterbatasan persediaan onderdil menjadikan pembeli ragu untuk membeli unit mobil super dengan label bekas banjir itu.

Herjanto memandang penurunan harga akibat terdampak banjir, pasti menimpa semua merek dan jenis kendaraan. "Biasanya mobil bekas banjir baru akan dijual tiga sampai enam bulan setelah perbaikan," ujarnya menambahkan.
(Mufrod)