Perangkat sebelumnya yang dikembangkan untuk percobaan matahari buatan mencapai 100 juta derajat Celcius, sebuah terobosan yang diumumkan pada November 2018.
Dengan memanfaatkan kekuatan yang dihasilkan melalui fusi nuklir, China akan mendapatkan energi bersih yang hampir tak terbatas.
Para peneliti di seluruh dunia telah berusaha untuk mencapai tujuan ini selama beberapa dekade terakhir. Maka dengan berhasilnya proyek ini, China telah membuat gebrakan baru terkait teknologi fusi nuklir.
Duan Xuru mengumumkan perangkat itu akan mulai beroperasi pada 2020 di Konferensi Energi Fusi China 2019.
"HL-2M akan memberikan para peneliti data berharga tentang kompatibilitas plasma fusi berkinerja tinggi dengan pendekatan untuk lebih efektif menangani panas dan partikel yang dikeluarkan dari inti perangkat," kata James Harrison, fisikawan fusi yang tidak terlibat dengan proyek.
(Ahmad Luthfi)