Meskipun WhatsApp mengkonfirmasi peringatan itu, perusahaan membantah klaim yang menghubungkan upaya peretasan dengan file video yang dibagikan.
"Para pengguna ini malah ditargetkan dengan spyware yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi Israel yang kontroversial NSO Group," kata The Independent mengutip juru bicara.
Surat kabar Inggris lebih lanjut melaporkan bahwa awal bulan ini, 1.400 orang di seluruh dunia menjadi sasaran.
(Ahmad Luthfi)