Sementara itu Piyu mengaku sangat senang bisa mejadi satu-satunya orang yang berhasil memiliki Mercedes-Benz yang kini ber pelat nomor 'P 1 YU' itu. "Bagi saya ini peristiwa yang sangat langka karena di dunia tidak ada mobil seperti ini," katanya antusias.

Piyu mengaku sedan maha karya tersebut merupakan sebuah bentuk apresiasi tinggi terhadp seni dan kebudayaan Indonesia. "Mercedes-Benz ini bentuk apresiasi seni, Carmanita yang merancang pun punya apresiasi seni yang tinggi, begitu pula saya yang sangat menjunjung tinggi seni, Jadi saya pikir mobil ini bisa jadi suatu alat untuk lebih memperkenalkan batik kepada khalayak luas," katanya.
(Mufrod)