Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengguna Xiaomi Mengeluh Tak Bisa Main Pokemon Go

Pernita Hestin Untari , Jurnalis-Minggu, 29 September 2019 |08:00 WIB
Pengguna Xiaomi Mengeluh Tak Bisa Main Pokemon Go
Ilustrasi (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA- Developer game mampu mendeteksi pemain yang curang saat bermain game miliknya. Mereka pun bisa melakukan blokir atau pengurangan poin pada pemain. Begitu juga dengan pembuat game Niantic. Sayangnya, tampaknya Niantic tidak sengaja mengakibatkan pemain yang tidak bersalah ikut terblokir.

Dilansir dari laman Ubergizmo, Sabtu (28/9/2019) beberapa pengguna Xiaomi mengeluh tidak bisa memainkan game Pokemon Go di ponselnya. Mereka mendapatkan pemberitahuan bahwa akun mereka telah ditangguhkan karena diduga melanggar ketentuan layanan permainan.

Pihak developer mengklaim bahwa mereka telah mendeteksi bahwa pengguna ini menjalankan perangkat lunak yang dimodifikasi atau perangkat lunak pihak ketiga yang tidak sah. Beberapa pengguna Xiaomi memprotes larangan tersebut karena mereka mengaku tidak bersalah.

 Pengguna Xiaomi Mengeluh Tak Bisa Main Pokemon Go

Baca Juga: Xiaomi Siapkan Peluncuran Redmi 8A dengan Baterai 5.000 mAh

"Saya mendapat dua kali pemblokiran pada September ini satu demi satu tanpa alasan tertentu. Saya tidak bisa memikirkan penjelasan selain masalah teknis dengan bermain Pokemon Go di ponsel Xiaomi Redmi 5," kata salah satu pengguna Xiaomi.

Beberapa berspekulasi bahwa ada kemungkinan karena aplikasi sistem yang diinstal pada ponsel Xiaomi yang salah diidentifikasi sebagai perangkat lunak yang tidak sah. Satu pengguna menyarankan bahwa itu bisa menjadi aplikasi Appbooster di MIUI 10. Sayangnya, hingga saat ini Niantic belum menanggapi klaim ini.

Pengguna Xiaomi Mengeluh Tak Bisa Main Pokemon Go

Baca Juga: Xiaomi Bakal Adopsi Kamera 108 MP Besutan Samsung

Baca Juga: Intip Bocoran Tampilan Xiaomi Redmi 8 Pro

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement