BERLIN - Diversifikasi pengembangan produk mobil listrik segmen premium dari Audi membutuhkan dukungan konsisten. Produsen asal Jerman tersebut pun menjajaki kemungkinan untuk memperoleh suplai baterai untuk kendaraan listrik mereka melalui perusahaan Tiongkok, BYD.
Pembicaraan keduanya tergolong sudah memasuki babak lanjut, merujuk pada sumber yang berbicara kepada laman Bloomberg. Saat ini, BYD diketahui memegang status sebagai penyuplai komponen baterai listrik kedua terbesar untuk industri otomotif.

Terlepas dari penjajakan kerjasama dengan Audi, BYD juga menjalin pembicaraan dengan perusahaan lain terkait perjanjian baru. Sehingga, tidak ada jaminan bahwa kerjasama dengan Audi akan terlaksana dalam waktu dekat.
Sementara ini, Audi masih menggunakan komponen baterai buatan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. Terutama untuk model SUV terelektrifikasi mereka yang sudah beredar di Tiongkok, Q2L e-Tron. Perwakilan dari Audi yang dimintai keterangan pun belum bisa memastikan kapan produsen tersebut akan diumumkan secara luas.

Induk perusahaan Audi, Volkswagen Group secara terang-terangan berniat mendongkrak penjualan kendaraan terelektrifikasi mereka, pada masa mendatang. Targetnya, pabrikan tersebut dapat mengantarkan 22 juta kendaraan terelektrifikasi pada konsumen pada 2028 nanti.
(Mufrod)