“LAS dalam detergen tidak dapat terurai dalam kondisi anaerob (tidak ada udara), sehingga tidak dapat terurai dengan kondisi sungai-sungai di Indonesia yang sebagian besar keruh. Oleh karena itu diperlukan alternatif agen pembusa alami yang lebih ramah lingkungan. Biji mahoni kaya akan flavonoid, tannin dan saponin. Kandungan saponin inilah yang kami manfaatkan sebagai agen pembusa alami dalam pembuatan detergen” ungkap Mela, seperti dikutip dari laman Ristek, Selasa (30/7/2019).
Baca Juga : Raih USD3 Juta, Remaja 16 Tahun Juarai Turnamen Fortnite World Cup
Selain ramah lingkungan, Mahotic mempunyai kelebihan lain, yaitu mempunyai aktivitas antibakteri. Hal ini berkaitan dengan kandungan flavonoid dalam biji mahoni. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Meladan teman-temannya ini menunjukkan bahwa Mahotic mempunyai aktivitas penghambatan terhadap Staphylococus aureus dengan kategori kuat.
“Rencana kami, hasil dari pengembangan detergen ini akan kami publikasikan sehingga masyarakat mengetahui manfaat lain dari biji mahoni yang selama ini hanya dijadikan obat saja” kata salah satu anggota tim, Halida Anwar.
(Gabriel Abdi Susanto)