KEHADIRAN perangkat ringkas berupa smartphone, tidak menjadikan laptop terpinggirkan, karena memiliki beberapa keunggulan, seperti keleluasaan saat dioperasikan. Memiliki laptop ringan dan ringkas merupakan dambaan semua orang, apalagi laptop tersebut memiliki performa yang powerful dan desain yang menarik. Masalahnya, menghadirkan laptop ringkas tidaklah mudah dan hingga saat ini produsen laptop berusaha untuk membuat bodi laptop semakin tipis. Sayangnya, cara tersebut tidak lagi ampuh karena ketebalan laptop saat ini sudah mencapai batasnya dan sangat sulit untuk ditipiskan lebih jauh.
Laptop tipis juga sebenarnya tidak menghadirkan benefit apapun dalam penggunaan sehari-hari. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar tas bsia mengakomodasi laptop yang lebih tebal, sehingga laptop tipis dengan dimensi besar tetap tidak akan mudah dibawa bepergian.
Selain itu, laptop tipis memiliki bodi yang cenderung lebih ringkih. Ditambah lagi dengan keterbatasan sistem pendinginannya, laptop tipis biasanya tidak hadir dengan spesifikasi hardware yang kencang sehingga kurang cocok untuk mereka yang memerlukan performa lebih.
Untuk itulah engineer di ASUS menggunakan pendekatan yang berbeda. Daripada berusaha membuat laptop menjadi lebih tipis, ASUS memilih untuk membuat dimensi bodinya semakin kecil secara keseluruhan. Dengan demikian laptop akan tampil lebih ringkas dan semakin mudah dibawa bepergian.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana ASUS mengecilkan dimensi bodi laptopnya secara keseluruhan? Jawabannya adalah dengan mengecilkan bezel pada layar.
Sejak tahun 2016, ASUS mulai mengembangkansebuah teknologi bernama NanoEdge Display. Teknologi tersebut hadir untuk memangkas ukuran bezel pada layar laptop hingga hanya beberapa milimeter saja. Berkat NanoEdge Display, dimensi layar pun bisa dipangkas secara signifikan dan secara otomatis membuat dimensi bodi laptop semakin ringkas secara keseluruhan. Tidak percaya? Mari kita buktikan lewat ZenBook UX333FN.
ZenBook UX333FN merupakan salah satu varian ZenBook terbaru yang baru saja dirilis oleh ASUS di Indonesia. Secara ukuran, laptop ini merupakan varian paling kecil di antara dua saudaranya yaitu ZenBook UX433 dan 533 yang masing-masing memiliki ukuran layar 14 serta 15 inci.
Seperti pendahulunya, ZenBook UX333FN merupakan laptop premium yang menyasar pengguna on-the-go. Laptop ini dirancang khusus agar cukup powerful untuk menjalankan berbagai aplikasi penunjang pekerjaan sekaligus dapat digunakan sebagai pusat hiburan. Hal tersebut berkat dukungan hardware-nya dimana laptop ini sudah menggunakan prosesor Intel Core generasi ke-8 dan chip grafis NVIDIA GeForce.
ASUS bisa memangkas ukuran bodi ZenBook UX333FN berkat teknologi NanoEdge Display. Teknologi tersebut memungkinkan bezel pada layar laptop ini tampil sangat tipis, yaitu 2,8 milimeter pada bagian sisi, 5,9 milimeter di bagian atas, dan 3,3 milimeter di bagian bawah. Ya, bezel tipis tidak hanya dihadirkan di dua atau tiga sisi saja melainkan di keempat sisi laptop ini.
Bezel layar yang tipis membuat dimensi bodi laptop ini semakin ringkas. Ukuran panjang dan lebar laptop ini hanya 30,2 x 18,9 centimeter, tidak jauh dari kertas A4 yang memiliki ukuran 29,7 x 21 centimeter. Dibandingkan dengan pendahulunya yaitu ZenBook UX331 yang sama-sama menggunakan layar 13 inci, ZenBook UX333FN memiliki bodi 14 persen lebih ringkas.
Ada beberapa manfaat yang dihadirkan dari pemangkasan ukuran bodi pada ZenBook UX333FN. Salah satunya laptop ini menjadi mudah dibawa bepergian. Karena ukurannya seperti kertas A4, Anda bisa membawa laptop ini menggunakan tas kecil. Selain itu, laptop ini tidak akan memakan banyak tempat ketika dibawa bepergian sehingga Anda bisa membawa barang lebih banyak.
Pengalaman visual yang lebih imersif adalah manfaat selanjutnya dari penerapan teknologi NanoEdge Display di laptop ini. Karena bezel pada layar ZenBook UX333FN sangat tipis, Anda akan seperti menggunakan layar yang lebih lega meski sebenarnya laptop ini menggunakan layar 13 inci. Bezel yang sangat tipis membuat tampilan visual yang disajikan seperti tidak memiliki batas sehingga tampak lebih lega.
Berbicara soal layar, selain memiliki bezel yang sangat tipis ZenBook UX333FN juga hadir dengan kualitas visual premium. Layar pada laptop ini menggunakan panel LED dengan resolusi Full HD (1920 x 1080 pixel) dan memiliki sudut pandang lebar hingga 178 derajat, sangat nyaman ketika digunakan untuk menikmati konten hiburan.
Sedangkan untuk menunjang pekerjaan, khususnya untuk mereka yang bekerja di bidang desain grafis profesional, layar ZenBook UX333FN juga sudah cukup mumpuni. Layar yang digunakan di laptop ini memiliki tingkat reproduksi warna pada color space sRGB hingga 100 persen. Bagi desainer grafis dan fotografer yang bekerja menggunakan color space tersebut, ZenBook UX333FN sudah dapat memenuhi kebutuhan mereka.
Desain Inovatif
Selain NanoEdge Display, ASUS juga memiliki berbagai fitur serta teknologi eksklusif yang dihadirkan di ZenBook UX333FN kali ini salah satunya ada pada desain laptop ini secara keseluruhan. Selain tampil mewah dengan desain spun-metal finish yang khas, ZenBook UX333FN juga hadir dengan bodi yang cukup tipis namun sangat kokoh.
ZenBook UX333FN memiliki ketebalan bodi 16,9 milimeter atau kurang dari 2 centimeter. Dengan demikian, laptop ini masuk ke dalam kategori ultrabook. Meski bukan yang paling tipis, namun ZenBook UX333FN memiliki keunggulan lain yang ditawarkan. Salah satu keunggulan tersebut adalah bodi yang sangat kokoh dan sudah menerima sertifikasi Military Grade MIL STD-810G.

Desain bodi yang digunakan di ZenBook UX333FN juga berbeda dengan laptop pada umumnya. ASUS menghadirkan fitur eksklusif ErgoLift Design di laptop ini. Fitur tersebut membuat bodi ZenBook UX333FN terangkat dan membentuk sudut 3 derajat saat digunakan. Desain unik ini memang tidak sembarangan dihadirkan dan memiliki tiga manfaat utama dalam penggunaan.
Salah satu manfaatnya adalah pendinginan yang lebih baik. Karena bodinya terangkat saat digunakan, ZenBook UX333FN memiliki ruang ekstra di bagian bawah bodinya sehingga membuat sirkulasi udara lebih lancar.
Selain karena ErgoLift Design, keyboard yang dirancang khusus pada ZenBook UX333FN juga membuat mengetik semakin nyaman. Keyboard pada laptop ini sudah dilengkapi dengan LED backlight sehingga Anda masih bisa mengetik dengan nyaman di ruangan gelap. Ini sangat berguna ketika Anda harus mengetik ketika berada di tengah perjalanan malam hari di kondisi gelap atau minim cahaya.

Setiap tombol pada keyboard di laptop ini telah dirancang secara khusus dan memiliki ukuran serta posisi yang tepat untuk mengetik. Bahkan tombol tersebut memiliki jarak key travel yang tepat untuk mengetik, yaitu sejauh 1,4 milimeter. Berkat jarak key travel tersebut, tombol tidak akan terasa terlalu berat tetapi tidak juga terasa terlalu dangkat ketika ditekan.
Menemani keyboard, sebuah touchpad yang bisa digunakan sebagai alat navigasi dan kontrol untuk kursor ketika tidak menggunakan mouse. Yang menarik adalah touchpad pada ZenBook UX333FN berbeda dengan touchpad pada laptop lain. Touchpad di ZenBook UX333FN memiliki fitur unik bernama NumberPad. Fitur ii memungkinkan touchpad “disulap” menjadi numpad yang memang absen di ZenBook UX333FN karena keterbatasan ruang.
Pada ujung touchpad ZenBook UX333FN, terdapat sebuah ikon untuk mengaktifkan fitur NumberPad. Ketika ditekan, lampu LED khusus pada touchpad akan menyala dan memperlihatkan numpad. Fitur ini memungkinkan numpad fisik tampil di touchpad, memudahkan mereka yang terbiasa menggunakan numpad ketika mengetik.
Hal menarik lainnya dari desain ZenBook UX333FN adalah kameranya. ASUS masih mampu menyematkan kamera pada bagian atas layar laptop meski ukuran bezel-nya hanya 5,9 milimeter atau hanya sekitar setengah centimeter. Ditambah lagi kamera tersebut bukan kamera biasa. Kamera yang digunakan di ZenBook UX333FNadalah 3D IR HD camera yang mampu memindai wajah secara akurat bahkan dalam kondisi minim cahaya.
Konektivitas Tanpa Repot
ZenBook UX333FN tampil dengan tiga port USB. Dua di antaranya merupakan port USB Type-A sehingga Anda masih bisa menghubungkan berbagai perangkat lama tanpa perlu membeli dongle tambahan. Untuk perangkat modern, ZenBook UX333FN dilengkapi dengan port USB 3.1 Gen 2 Type-C dengan kecepatan transfer data sangat cepat, yaitu hingga 10Gbps.

Selain konektivitas tersebut, ZenBook UX333FN hadir dengan port HDMI sehingga bisa digunakan untuk menunjang kegiatan presentasi menggunakan proyektor. Pembaca kartu MicroSD juga disematkan dilaptop ini yang dapat memudahkan Anda melakukan transfer data dari berbagai perangkat digital lainnya.
Kerja Oke, Main Juga Bisa
Seri ZenBook merupakan laptop dengan performa premium, tidak terkecuali ZenBook UX333FN. Karena menyasar pengguna profesional on-the-go, laptop ini hadir dengan hardware yang mumpuni sehingga tidak menghambat kegiatan bekerja. Menariknya, hardware tersebut ternyata juga cukup untuk menjalankan berbagai aplikasi hiburan seperti game kasual.
ASUS ZenBook UX333FN ditenagai oleh prosesor Intel Core i7-8565U atau yang sering disebut sebagai Whisky Lake. Prosesor Intel generasi ke-8 ini memiliki berbagai keunggulan, salah satunya adalah konsumsi dayanya yang rendah namun memiliki performa mumpuni untuk menjalankan berbagai aplikasi profesional.
Intel Core i7-8565U merupakan prosesor dengan konfigurasi 4 core dan 8 thread yang sudah mendukung teknologi Hyper-Threading. Prosesor ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi Turbo Boost sehingga kecepatan pemrosesannya dapat dipacu hingga 4,6GHz, sementara base clock-nya ada di angka 1,8GHz. Hasil benchmark prosesor pada laptop ini menggunakan Cinebench R15 menunjukkan angka yang cukup memuaskan, yaitu 671 poin untu multi-thread performance dan 164 poin untuk single-thread performance.

Cinebench R15 benchmark
Agar performanya lebih optimal dan bisa menunjang kebutuhan para profesional, ZenBook UX333FNdilengkapi dengan chip grafis (GPU) NVIDIA GeForce MX150. Chip grafis ini memang bukan untuk bermain game, namun keberadaannya sangat bermanfaat untuk mendongkrak performa grafis di laptop ini sehingga dapat menjalankan berbagai aplikasi profesional seperti Adobe Photoshop dan Premiere lebih optimal. GPU tersebut juga yang membuat skor benchmark grafis pada laptop ini lebih baik dari laptop yang hanya menggunakan chip grafis terintegrasi (integrated graphics).
Bagaimana dengan game? ZenBook UX333FN memang bukan merupakan mesin gaming seperti jajaran laptop ASUS ROG atau TUF Gaming meski sama-sama menggunakan GPU terpisah. NVIDIA GeForce MX150 merupakan GPU berdaya rendah yang memang dirancang agar ultrabook seperti ZenBook UX333FN bisa hadir dengan performa grafis lebih baik.
Untuk lebih jelasnya, berikut adalah hasil benchmark ZenBook UX333FN menggunakan berbagai aplikasi benchmark ternama.

PCMark 8 benchmark
ZenBook UX333FN sudah menggunakan M.2 NVMe SSD sebagai media penyimpanannya. TIdak ada media penyimpanan kedua di laptop ini sehingga akses terhadap datanya sangat cepat. Untuk ZenBook UX333FN kali ini, ASUS menghadirkan kapasitas penyimpanan sebesar 512GB, sangat cukup untuk menyimpan berbagai data pekerjaan dan hiburan Anda.
Beralih ke baterai, ZenBook UX333FN hadir dengan baterai lithium-polymer berkapasitas 50Wh. Dalam pengujian menggunakan PCMark 8 Battery pada mode Home Conventional, laptop ini mampu bertahan cukup lama yaitu hingga 5 jam 22 menit. Artinya, untuk penggunaan aplikasi rumahan laptop ini bisa bertahan kurang lebih selama 5,5 jam. Pengujian ini juga dilakukan dengan kondisi laptop terhubung dengan WiFi dan tingkat kecerahan layar 50 persen.
Kesimpulan
Secara spesifikasi, ZenBook UX333FN mungkin tidak berbeda jauh dengan ultrabook sekelasnya. Bahkan mungkin ada juga ultrabook yang menawarkan spesifikasi serupa di luar sana. Yang menjadi keistimewaan laptop ini adalah bodinya yang sangat ringkas. Hingga saat ini tidak ada laptop 13 inci dengan bodi yang lebih ringkas dari ZenBook UX333FN dan hal tersebut tentu luar biasa. Apalagi ASUS harus menyematkan berbagai komponen premium ke dalam bodi yang sangat ringkas tersebut.
ZenBook UX333FN bersama dengan dua saudaranya bisa jadi akan tampil sebagai standar baru untuk ultrabook karena mengecilkan dimensi bodi secara keseluruhan terbukti memiliki manfaat lebih besar ketimbang hanya membuat laptop menjadi semakin tipis.
(Fahmi Firdaus )