Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2019, Foxconn Mulai Rakit Model iPhone Tercanggih di India

Agregasi VOA , Jurnalis-Rabu, 02 Januari 2019 |14:19 WIB
2019, Foxconn Mulai Rakit Model iPhone Tercanggih di India
(Foto: Reuters)
A
A
A

Apple meluncurkan model iPhone X yang berharga mahal tahun lalu namun telah mengurangi produksi model telepon tersebut, ujar analis industri, karena perusahaan tersebut mulai memproduksi versi-versi yang lebih baru yaitu, iPhone XS dan XR secara global tahun ini.

Meskipun demikian, Apple tetap berpotensi untuk meminta Foxconn untuk memproduksi versi telepon terdahulu, iPhone X, di India, negara di mana perusahaan itu menjual model-model dengan harga yang lebih terjangkau dalam upayanya untuk mengklaim pangsa pasar yang lebih besar pada pasar telepon terbesar dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

 

Rincian lengkap kesepakatan antara Apple dan Foxconn masih belum jelas dan masih bisa berubah.

Masih belum diketahui apakah ada fasilitas perakitan iPhone yang dipindahkan dari pabrik-pabrik Foxconn yang ada di China atau tempat lainnya. Masih belum jelas apakah proses produksi di India hanya akan dibatasi pada proses perakitan atau termasuk produksi komponen telepon juga.

Mencari lokasi di luar China

Untuk Apple, memperluas fasilitas perakitan di luar China sangat penting untuk meminimalisir risiko perang dagang antara China dan AS.

Foxconn, kontraktor untuk proses manufaktur elektronik terbesar di dunia, tengah mempertimbangkan untuk membangun pabrik di Vietnam, ujar media pemerintah Vietnam bulan ini. Apabila kesepakatan ini tercapai, ini akan menjadi salah satu langkah terbaru yang diambil oleh sebuah perusahaan besar untuk membangun basis produksi tambahan di luar China.

Sebelumnya Foxconn telah mengakui pertikaian dagang antara China dan AS adalah tantangan terbesar dan para eksekutif seniornya tengah merencanakan tindakan yang dapat meminimalisir dampak yang ada.

“Memperluas basis manufaktur iPhone di India lewat Foxconn akan memungkinkan Apple untuk berlindung dari risiko yang ditimbulkan kebijakan perdagangan AS yang baru,” ujar Navkendar Singh, wakil direktur riset pada International Data Corporation.

Perpajakan di India terkait impor perangkat tersebut dan komponen-komponennya juga telah membuat pusing Apple di pasar di mana perusahaan tersebut hanya memiliki pangsa sebesar 1 persen dilihat dari jumlah pengiriman telepon pintar.

Memproduksi telepon di tingkat lokal akan membantu Apple menghemat bea yang tinggi dan mendorong cita-cita PM Narendra Modi untuk membuat India sebagai pusat manufaktur, ujar Singh.

Apple mengejutkan para investornya bulan lalu setelah merilis prakiraan penjualan yang lebih rendah dari yang diharapkan untuk liburan Natal yang mengejutkan pemasok suku cadang di seluruh dunia.

Foxconn sebelumnya telah menunjukkan keprihatinan atas tingkat permintaan perangkat andalan Apple.

 

Baca juga: Jual Ginjal Demi iPhone, Pria Ini Terkapar di Kamar Tidur Seumur Hidup

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement