JAKARTA – Salah satu pendiri Microsoft, Paul Allen meninggal dunia diumur 65 tahun setelah berjuang melawan kanker. Dilansir dari laman The Register, Selasa (16/10/2018) hal tersebut diumumkan langsung oleh pihak perusahaan miliknya, Vulcan Inc.
Pihaknya menyebutkan jika Allen tutup usia pada 15 Oktober 2018 sore akibat komplikasi limfona non-hodgkin atau kanker yang menyerang sistme limfatik atau getah bening di Seattle.
Kontribusi terbesar Allen untuk Microsoft adalah membuat kesepakatan dengan Bill Gates, yang bertanggung jawab untuk sebagian besar pekerjaan pemrograman Microsoft. Allen memutuskan untuk menyediakan sistem operasi disk (DOS) untuk PC IBM.
Kemudian, Allen juga beralih ke kode yang ditulis untuk tim Paterson untuk Seattle Computer Products dan membayar total USD75000 sekira Rp1,1 miliar.
Statement from Microsoft CEO Satya Nadella on the passing of Paul Allen: pic.twitter.com/1iLDLenLKz
— Microsoft (@Microsoft) October 15, 2018
Microsoft akhirnya menyewa Paterson, mengganti nama perangkat lunaknya menjadi MS-DOS (bukan MD-DOS) mengirimkannya ke IBM untuk dikirimkan sebagai PC-DOS dengan PC Intel 8088 yang baru, yaitu 4.77MHz.
Allen mengundurkan diri dari Microsoft pada 1983 karena fokus perawatan untuk penyakit limfoma non Hodgkinnya. Namun, pada saat itu ia mempertahankan kursinya di dewan Microsoft, yang pada akhirnya menjadi wakil ketua.
Dia mempertahankan sahamnya, yang membuatnya menjadi miliarder ketika Microsoft semakin sukses pada 1986.

Baca Juga: 3 Jam Tangan Pintar Pesaing Apple Watch, Apa Saja Ya?
(Ahmad Luthfi)